Sulsel siapkan Rp3,9 miliar untuk rumah sakit
Senin, 24 September 2018 22:11 WIB
Pelaksana tugas Kadis Kesehatan Sulsel Dr dr Bachtiar Baso, M.Kes (dok Antaranews Sulsel/S. Mappong)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Anggaran sebesar Rp3,9 miliar disiapkan Pemprov Sulawesi Selatan untuk tahapan perencanaan pembangunan dua dari enam Rumah Sakit (RS) Regional yang menjadi salah satu janji politik Gubernur Nurdin Abdullah.
"Kami sudah menyiapkan anggaran studi kelayakan, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan `Detail Engineering Design' untuk dua RS, sebesar Rp3,9 miliar," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sulsel Bachtiar Baso di Makassar, Senin.
Tahapan perencanaan dan persiapan RS Regional tersebut dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018, sementara pembangunan fisik akan dianggarkan pada APBD Pokok 2019.
"Untuk pembangunan fisik, satu rumah sakit diperkirakan butuh sekitar Rp150 miliar, tidak termasuk fasilitas dan alat kesehatan," imbuhnya.
Mengingat besarnya anggaran pembangunan fisik yang dibutuhkan, ia berharap nantinya akan ada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN.
Ia menambahkan untuk anggaran tahun 2018 dan 2019 DAK sektor kesehatan di Sulsel akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan RSUD yang telah berjalan, seperti RSUD Labuang Baji.
Karenanya, pembangunan fisik RS Regional tersebut dipastikan akan menggunakan APBD dengan skema pendanaan multi tahun
"Kita usahakan juga cari dari DAK mewujudkan visi dan misi gubernur," kata dia.
Ada pun dua RS yang akan dibangun terlebih dahulu adalah di Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Bone.
"Kami sudah menyiapkan anggaran studi kelayakan, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan `Detail Engineering Design' untuk dua RS, sebesar Rp3,9 miliar," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sulsel Bachtiar Baso di Makassar, Senin.
Tahapan perencanaan dan persiapan RS Regional tersebut dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018, sementara pembangunan fisik akan dianggarkan pada APBD Pokok 2019.
"Untuk pembangunan fisik, satu rumah sakit diperkirakan butuh sekitar Rp150 miliar, tidak termasuk fasilitas dan alat kesehatan," imbuhnya.
Mengingat besarnya anggaran pembangunan fisik yang dibutuhkan, ia berharap nantinya akan ada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN.
Ia menambahkan untuk anggaran tahun 2018 dan 2019 DAK sektor kesehatan di Sulsel akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan RSUD yang telah berjalan, seperti RSUD Labuang Baji.
Karenanya, pembangunan fisik RS Regional tersebut dipastikan akan menggunakan APBD dengan skema pendanaan multi tahun
"Kita usahakan juga cari dari DAK mewujudkan visi dan misi gubernur," kata dia.
Ada pun dua RS yang akan dibangun terlebih dahulu adalah di Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Bone.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sulsel dan PDGI tertibkan praktik pemasangan behel tanpa izin
13 September 2019 14:26 WIB, 2019
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020