Haveltea binaan Bekraf masuk pasar Singapura
Jumat, 9 November 2018 23:55 WIB
salah seorang pendiri produsen teh racikan "Haveltea" Indonesia Widyoseno Estitoyo di Makassar, Jumat.
Makassar (Antaranews Sulsel) - Produksi teh racik `Haveltea` binaan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sudah masuk ke pasar Singapura untuk memenuhi kebutuhan teh yang bercita rasa khas di sejumlah kafe di negeri `ikan berkepala singa` itu.
"Setelah ikut kompetisi Bekraf pada 2017, alhamdulillah masuk 10 besar dan mendapat akselerasi untuk memperkenalkan produk kami di sejumlah daerah," kata salah seorang pendiri produsen teh racikan "Haveltea" Indonesia Widyoseno Estitoyo di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan hasil dari kerja keras itu dan melalui bantuan pemasaran Bekraf, kini produknya sudah menjadi bahan pasokan dari 30 kafe ternama di Indonesia, bahkan kini sudah menembus pasar Singapura.
"Awalnya kami baru ada enam varian rasa, dan kini sudah dikembangkan menjadi 27 varian rasa dari bahan dasar daun teh dipadukan dengan buah dan bunga," katanya.
Sementara untuk menjaga kualitas dan kesinambungan produksi, pihaknya menjaga sinergitas produksi dari hulu hingga ke hilir dengan bekerja sama dengan petani teh di lima daerah di Pulau Jawa.
Dengan melakukan demikian, pihaknya optimis kepercayaan pelanggan akan teh berkualitas dan memiliki kesinambungan produksi dapat terwujud.
"Salah satu bukti itu, kini kami sudah bermitra dengan lima perusahaan produk teh dan mereka tetap berhak menggunakan label masing-masing.
"Setelah ikut kompetisi Bekraf pada 2017, alhamdulillah masuk 10 besar dan mendapat akselerasi untuk memperkenalkan produk kami di sejumlah daerah," kata salah seorang pendiri produsen teh racikan "Haveltea" Indonesia Widyoseno Estitoyo di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan hasil dari kerja keras itu dan melalui bantuan pemasaran Bekraf, kini produknya sudah menjadi bahan pasokan dari 30 kafe ternama di Indonesia, bahkan kini sudah menembus pasar Singapura.
"Awalnya kami baru ada enam varian rasa, dan kini sudah dikembangkan menjadi 27 varian rasa dari bahan dasar daun teh dipadukan dengan buah dan bunga," katanya.
Sementara untuk menjaga kualitas dan kesinambungan produksi, pihaknya menjaga sinergitas produksi dari hulu hingga ke hilir dengan bekerja sama dengan petani teh di lima daerah di Pulau Jawa.
Dengan melakukan demikian, pihaknya optimis kepercayaan pelanggan akan teh berkualitas dan memiliki kesinambungan produksi dapat terwujud.
"Salah satu bukti itu, kini kami sudah bermitra dengan lima perusahaan produk teh dan mereka tetap berhak menggunakan label masing-masing.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Dinkes Sulbar skrining HIV dan hepatitis warga binaan Lapas Perempuan Mamuju
22 December 2025 5:59 WIB
Dari seni hingga olahraga, CEF 2025 tampilkan kreativitas pelajar binaan Astra di Pasangkayu
14 December 2025 19:11 WIB
UMKM binaan PLN Sulselrabar memperkuat ekonomi nasional di Festival Koplo
11 November 2025 13:47 WIB
Dinkes Sulbar perkuat layanan kesehatan kepada warga binaan lapas dan rutan
06 October 2025 15:46 WIB
Imigrasi "pamerkan" Desa Binaan di forum internasional DGICM 2025 di Brunei Darussalam
20 August 2025 17:18 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Purbaya belum berencana terapkan pajak marketplace terhadap pedagang daring
28 January 2026 5:28 WIB
PLN Sulselrabar evaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga 3T
27 January 2026 11:40 WIB