Peserta Program Digital Talent Scholarship masuk dalam database Kemkominfo
Selasa, 23 Juli 2019 14:09 WIB
Menkominfo Rudiantara memberikan keterangan pers usai mengikuti Program Digital Talent Scholarship di Makassar, Selasa, (23/7/2019). ANTARA FOTO/Abd Kadir
Makassar (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan para peserta Program Digital Talent Scholarship akan dimasukkan dalam database Kemkominfo untuk mempermudah bagi perusahaan yang sedang mencari tenaga terlatih khususnya yang berketerampilan digital.
Menkominfo Rudiantara di Makassar, Selasa, mengatakan program yang sudah dimulai sejak 2018 itu terus fokus untuk mencetak atau melahirkan sumber daya yang memiliki keahlian.
"Memang kita buat ekosistemnya secara terintegrasi. Dihubungkan dengan platform perusahaan yang memiliki kebutuhan talenta digital sehingga saat lulus disini (program talent), akan kita masukkan dalam database, perusahaan yang membutuhkan talanta digital akan lebih mudah mengakses," katanya.
Ia menjelaskan, program ini sendiri sudah berjalan sejak 2018 dengan mengakomodasi sebanyak 1.000 peserta dalam bentuk beasiswa.
Selanjutnya tahun ini, semakin diperluas dengan menerima sebanyak 25 ribu kuota atau peserta. Puluhan ribu peserta ini selanjutnya dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis artifical intelligence, big data, cloud computing, cyber security, internet of things, dan machine learning serta beberapa tema pelatihan lainnya.
"Sekarang serba digital termasuk lapangan kerja digital (juga banyak tersedia). Selain bekerja di perusahaan, juga bisa membuat usaha atau startup. Anak muda apalagi punya latar belakang digital tentu akab lebih terbantu," ujarnya.
"Dari pada rekrut dari luar negeri, memang talenta Indonesia belum diajari keterampilan masih perlu ditingkatkan kemampuannya sehingga bisa lebih bersaing sehingga akan lebih muda masuk di perusahaan," ujarnya.
Menkominfo Rudiantara di Makassar, Selasa, mengatakan program yang sudah dimulai sejak 2018 itu terus fokus untuk mencetak atau melahirkan sumber daya yang memiliki keahlian.
"Memang kita buat ekosistemnya secara terintegrasi. Dihubungkan dengan platform perusahaan yang memiliki kebutuhan talenta digital sehingga saat lulus disini (program talent), akan kita masukkan dalam database, perusahaan yang membutuhkan talanta digital akan lebih mudah mengakses," katanya.
Ia menjelaskan, program ini sendiri sudah berjalan sejak 2018 dengan mengakomodasi sebanyak 1.000 peserta dalam bentuk beasiswa.
Selanjutnya tahun ini, semakin diperluas dengan menerima sebanyak 25 ribu kuota atau peserta. Puluhan ribu peserta ini selanjutnya dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis artifical intelligence, big data, cloud computing, cyber security, internet of things, dan machine learning serta beberapa tema pelatihan lainnya.
"Sekarang serba digital termasuk lapangan kerja digital (juga banyak tersedia). Selain bekerja di perusahaan, juga bisa membuat usaha atau startup. Anak muda apalagi punya latar belakang digital tentu akab lebih terbantu," ujarnya.
"Dari pada rekrut dari luar negeri, memang talenta Indonesia belum diajari keterampilan masih perlu ditingkatkan kemampuannya sehingga bisa lebih bersaing sehingga akan lebih muda masuk di perusahaan," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Sulselrabar evaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga 3T
27 January 2026 11:40 WIB
Angga Raka jabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah menggantikan Hasan Nasbi
17 September 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019