Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Basarnas menyatakan upaya evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Provinsi Aceh mengalami hambatan akibat akses jalan yang terputus, listrik padam, dan jaringan komunikasi yang tidak stabil dua hari hari terakhir.
Kehumasan Kantor SAR Banda Aceh, Nadia dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jawa Barat, Jumat dini hari, mengatakan bahwa tim SAR di lapangan kesulitan memberikan laporan situasi secara berkala karena jalur komunikasi beberapa wilayah terdampak terputus.
“Kami mengalami kendala mendapatkan informasi karena jaringan terputus, dan di beberapa wilayah masih terjadi pemadaman listrik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa akses menuju Aceh Utara tidak dapat dilewati sehingga tim yang awalnya diberangkatkan untuk mengevakuasi masyarakat di daerah tersebut terpaksa tertahan di Kabupaten Pidie Jaya.
Kondisi cuaca dan gelombang laporan masyarakat disebutkan membuat personel SAR harus melakukan penanganan secara prioritas.
"Saat ini Kepala Kantor SAR Banda Aceh masih di lokasi terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pidie Jaya," ungkapnya.
Informasi yang diterima Basarnas hingga Jumat dini hari menyebutkan terdapat sembilan korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Aceh Tengah.
Baca juga: 47 korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumut

