PKK Luwu Timur sosialisasi pencegahan stunting
Rabu, 28 Agustus 2019 22:35 WIB
PKK Lutim saat sosialisasi pencegahan stunting Aula Kantor Desa Kawata Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu (28/8/2019). ANTARA/HO-Diskominfo Lutim
Malili (ANTARA) - Tim penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur (Lutim) melakukan sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat di Aula Kantor Desa Kawata Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu.
PKK Lutim pada kegiatan tersebut menggandeng organisaasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dihadiri berbagai elemen masyarakat baik kader PKK, pendamping desa dan beberapa tokoh masyarakat.
Ketua TP PKK Lutim Puspawati mengatakan meskipun wilayah Luwu Timur bukan masuk daerah yang rawan stunting, namun harus disosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting, karena kegiatan ini merupakan program Nasional Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama.
Puspawati menambahkan, pencegahan stunting bisa dikurangi dengan semakin banyaknya sosialisasi dimasyarakat, dan dapat disinergikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB).
"Saya berharap sosialisasi ini dapat memberikan pencerahan dan solusi dalam mencegah dan menanggulangi stunting. PKK sebagai salah satu ujung tombak yang langsung berhubungan dengan masyarakat, harus aktif berperan mencegah stunting," harapnya.
Sementara, Kepala Desa Kawasan Baharuddin mengatakan sosialisasi ini penting sebab masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya.
Baharuddin berharap agar peserta rembuk stunting yang hadir dapat memahami dengan baik apa itu stunting dan bisa disosialisasikan lebih lanjut ke masyarakat.
PKK Lutim pada kegiatan tersebut menggandeng organisaasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dihadiri berbagai elemen masyarakat baik kader PKK, pendamping desa dan beberapa tokoh masyarakat.
Ketua TP PKK Lutim Puspawati mengatakan meskipun wilayah Luwu Timur bukan masuk daerah yang rawan stunting, namun harus disosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting, karena kegiatan ini merupakan program Nasional Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama.
Puspawati menambahkan, pencegahan stunting bisa dikurangi dengan semakin banyaknya sosialisasi dimasyarakat, dan dapat disinergikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB).
"Saya berharap sosialisasi ini dapat memberikan pencerahan dan solusi dalam mencegah dan menanggulangi stunting. PKK sebagai salah satu ujung tombak yang langsung berhubungan dengan masyarakat, harus aktif berperan mencegah stunting," harapnya.
Sementara, Kepala Desa Kawasan Baharuddin mengatakan sosialisasi ini penting sebab masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya.
Baharuddin berharap agar peserta rembuk stunting yang hadir dapat memahami dengan baik apa itu stunting dan bisa disosialisasikan lebih lanjut ke masyarakat.
Pewarta : Julius
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendagri sebut Luwu Timur paling siap jalankan program MBG di wilayah 3T
29 October 2025 19:38 WIB
Bulog Palopo dan Polres Lutim tanam jagung serentak dukung swasembada pangan
08 October 2025 22:22 WIB
DPRD Sulsel soroti penanganan tumpahan minyak PT Vale yang merugikan warga Lutim
10 September 2025 18:36 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020