Gubernur Sulsel fokus pembebasan lahan jalur kereta api Makassar-Parepare
Kamis, 26 September 2019 19:58 WIB
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar pada rapat pembahasan pembebasan jalur kereta api Makassar Parepare di Makassar, Kamis (26/9/2019). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah fokus dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan jalur kereta api Makassar - Parepare yang direncanakan bisa dimulai pada November 2019.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan proyek tersebut merupakan rencana strategis yang harus diselesaikan dan sudah diberikan anggaran dari Kementerian Perhubungan RI untuk segera dikerjakan.
"Terima kasih kepada Menteri Perhubungan sudah memberikan peluang seluas-luasnya untuk melanjutkan proyek ini," kata Prof Nurdin Abdullah usai rapat membahas pembebasan jalur dengan seluruh pihak terkait di Kantor Kejati Sulselbar, Kamis.
Menurut Nurdin, proyek pembangunan jalur kereta api Makassar- Parepare dikerjakan dan didiskusikan dengan saksama oleh stakeholder yang ada di Sulsel karena tanpa melalui duduk bersama akan terasa sulit untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut.
"Kami jalan sama-sama dengan seluruh pihak dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Untuk itu, Pemprov Sulsel akan mempertajam lagi dengan mengadakan pertemuan dengan Camat, Lurah dan Kepala Desa di daerah yang dilewati jalur kereta api tersebut.
"Proyek strategis kereta api kita, saya kira salah satu kendalanya adalah soal pengadaan lahan. Dan mudah-mudahan kami pertajam lagi ke kepala desa, lurah dan camat," jelasnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar menambahkan, pembangunan jalur kereta api ditargetkan akan mulai dikerjakan paling lambat pada November 2019.
"Jalur dari Tonasa menuju Pelabuhan Garongkong Barru dapat kami selesaikan paling lambat Novemberi," ujarnya.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan proyek tersebut merupakan rencana strategis yang harus diselesaikan dan sudah diberikan anggaran dari Kementerian Perhubungan RI untuk segera dikerjakan.
"Terima kasih kepada Menteri Perhubungan sudah memberikan peluang seluas-luasnya untuk melanjutkan proyek ini," kata Prof Nurdin Abdullah usai rapat membahas pembebasan jalur dengan seluruh pihak terkait di Kantor Kejati Sulselbar, Kamis.
Menurut Nurdin, proyek pembangunan jalur kereta api Makassar- Parepare dikerjakan dan didiskusikan dengan saksama oleh stakeholder yang ada di Sulsel karena tanpa melalui duduk bersama akan terasa sulit untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut.
"Kami jalan sama-sama dengan seluruh pihak dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Untuk itu, Pemprov Sulsel akan mempertajam lagi dengan mengadakan pertemuan dengan Camat, Lurah dan Kepala Desa di daerah yang dilewati jalur kereta api tersebut.
"Proyek strategis kereta api kita, saya kira salah satu kendalanya adalah soal pengadaan lahan. Dan mudah-mudahan kami pertajam lagi ke kepala desa, lurah dan camat," jelasnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar menambahkan, pembangunan jalur kereta api ditargetkan akan mulai dikerjakan paling lambat pada November 2019.
"Jalur dari Tonasa menuju Pelabuhan Garongkong Barru dapat kami selesaikan paling lambat Novemberi," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Jaga ketahanan pangan, Pemprov Sulsel alokasikan 2.300 ton benih padi gratis pada 2026
20 April 2026 14:46 WIB
PLN UID Sulselrabar salurkan bantuan kepada 6.950 orang lewat Cahaya Berkah Ramadhan
14 March 2026 5:40 WIB