PKK-Dinkes Makassar programkan revitalisasi 1.010 unit posyandu
Selasa, 29 Oktober 2019 13:34 WIB
Ketua TP PKK Kota Makassar Murni Djamaluddin Iqbal (tiga kiri), anggota DPRD Makassar Mario (tiga kanan) berfoto bersama tim Dinas Kesehatan seusai pertemuan program revitalisasi posyandu di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (29/10/2019). (ANTARA/HO/Humas Pemkot Makassar).
Makassar (ANTARA) - Tim Penggerak PKK bekerja sama Dinas Kesehatan Kota Makassar memprogramkan revitalisasi 1.010 pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk mewujudkan "Makassar Sehat".
"Untuk mewujudkan 'Makassar Sehat', salah satu upaya dilakukan adalah peningkatan peran serta masyarakat dengan pendekatan upaya promotif dan preventif," kata Ketua TP PKK Kota Makassar Murni Djamaluddin Iqbal saat pertemuan kader posyandu di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Dia mengatakan revitalisasi posyandu salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan untuk mewujudkan "Makassar Sehat" sesuai target pemerintah nasional.
"Ini sebagai upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak," kata Murni dalam pertemuan di Hotel Horizon yang dihadiri kader-kader posyandu se-Kota Makassar itu.
Program itu, kata dia, tentu menjadi prioritas, karena faktanya posyandu mampu berada di setiap wilayah dan dekat dengan masyarakat, dengan jumlah posyandu mencapai 1.010 unit per tahun 2018-2019.
Program revitalisasi posyandu bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Makassar, dengan berbagai kegiatan, meliputi pembinaan, peningkatan kapasitas kader, dan dukungan operasional kegiatan.
Revitalisasi posyandu untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, agar status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
Ketua panitia kegiatan tersebut yang juga Ketua Pokja IV PKK Kota Makassar drg Ita Isdiana Anwar mengharapkan revitalisasi posyandu dapat menurunkan angka kematian ibu, kematian anak, kematian ibu hamil, maupun kematian balita.
"Melalui revitalisasi posyandu, diharapkan pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat," katanya.
"Untuk mewujudkan 'Makassar Sehat', salah satu upaya dilakukan adalah peningkatan peran serta masyarakat dengan pendekatan upaya promotif dan preventif," kata Ketua TP PKK Kota Makassar Murni Djamaluddin Iqbal saat pertemuan kader posyandu di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Dia mengatakan revitalisasi posyandu salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan untuk mewujudkan "Makassar Sehat" sesuai target pemerintah nasional.
"Ini sebagai upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak," kata Murni dalam pertemuan di Hotel Horizon yang dihadiri kader-kader posyandu se-Kota Makassar itu.
Program itu, kata dia, tentu menjadi prioritas, karena faktanya posyandu mampu berada di setiap wilayah dan dekat dengan masyarakat, dengan jumlah posyandu mencapai 1.010 unit per tahun 2018-2019.
Program revitalisasi posyandu bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Makassar, dengan berbagai kegiatan, meliputi pembinaan, peningkatan kapasitas kader, dan dukungan operasional kegiatan.
Revitalisasi posyandu untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, agar status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
Ketua panitia kegiatan tersebut yang juga Ketua Pokja IV PKK Kota Makassar drg Ita Isdiana Anwar mengharapkan revitalisasi posyandu dapat menurunkan angka kematian ibu, kematian anak, kematian ibu hamil, maupun kematian balita.
"Melalui revitalisasi posyandu, diharapkan pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat," katanya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel: PKK berperan strategis tingkatkan kesejahteraan keluarga
03 December 2025 12:02 WIB
Pemprov Sulbar luncurkan bantuan pangan bergizi bagi kelompok rawan pangan
17 October 2025 14:48 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020