Kampanye Pilkada Maros Sarat Politik Uang
Kamis, 10 Juni 2010 18:35 WIB
Makassar (ANTARA News) - Kampanye Pilkada di Kabupaten Maros sarat pelanggaran, termasuk melakukan politik uang yang dilakukan oleh para tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati.
"Pada saat kampanye terbuka, kami dibagi-bagian ikan bandeng yang ada stiker foto salah satu pasangan berinisial "Hatita"," kata salah seorang warga Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulsel Amrullah menanggapi pelaksanaan kampanye Pilkada di daerahnya, Kamis.
Selain pembagian ikan bandeng, ia mengatakan, juga ada yang diberi sembako yang di dalam paket tersebut juga terdapat foto salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Maros.
Mengenai adanya pasangan calon bupati dan wakil bupati yang melakukan praktik politik uang pada saat kampanye terbuka, Panwas Kabupaten Maros Abdul Asis Pata mengatakan, hal itu sudah dicatat oleh anggota Panwas di lapangan.
"Semua bentuk pelanggaran itu sudah kami catat dan dapat dijadikan bukti laporan pelaksanaan Pilkada di daerah ini," katanya.
Menurut dia, praktik politik uang itu tidak selamanya dalam bentuk pemberian uang kepada para wajib pilih untuk mendapatkan suara. Namun dapat pula berupa natura seperti sembako atau ikan bandeng, termasuk pernak-pernik misalnya gantungan kunci, tas atau dompet handphone dan sebagainya.
Sementara itu, salah seorang warga di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Yahya mengaku, telah mendapatkan dompet "handphone" yang diberikan oleh tim sukses salah satu dari enam pasangan calon bupati dan wakil bupati Maros.
"Dompet yang dibagi-bagikan itu, di dalamnya ada sablon foto pasangan calon bupati dan wakil bupati," ujarnya.
Enam pasang calon bupati dan wakil bupati Maros yang siap bertarung pada hari H Pilkada yakni 23 Juni 2010 adalah pasangan nomor urut satu hingga enam pasangan Nurhasan-Karim Saleh, Andi Syahriwijaya-Andi Burhanuddin, Andi Paharuddin-Devo Khadafi, Zainal Abidin Noer-Saladin Hamat Yusuf, Prof Asdar-Rijal Assagaf dan M Hatta Rahman-Andi Harmil Mattotorang.
Sementara jadwal tahapan Pilkada pada 10 kabupaten di Sulsel masing-masing Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Gowa, Bulukumba dan Selayar pada 7 - 18 Juni 2010 merupakan kampanye terbuka atau dialogis dengan menggunakan sistem zona, 19 Juni 2010 debat para kandidat, 20 - 22 Juni 2010 masa tenang dan 23 Juni 2010 puncak pelaksanaan Pilkada yang serentak dilakukan pada 10 kabupaten tersebut.
(T.S036/S016)
"Pada saat kampanye terbuka, kami dibagi-bagian ikan bandeng yang ada stiker foto salah satu pasangan berinisial "Hatita"," kata salah seorang warga Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulsel Amrullah menanggapi pelaksanaan kampanye Pilkada di daerahnya, Kamis.
Selain pembagian ikan bandeng, ia mengatakan, juga ada yang diberi sembako yang di dalam paket tersebut juga terdapat foto salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Maros.
Mengenai adanya pasangan calon bupati dan wakil bupati yang melakukan praktik politik uang pada saat kampanye terbuka, Panwas Kabupaten Maros Abdul Asis Pata mengatakan, hal itu sudah dicatat oleh anggota Panwas di lapangan.
"Semua bentuk pelanggaran itu sudah kami catat dan dapat dijadikan bukti laporan pelaksanaan Pilkada di daerah ini," katanya.
Menurut dia, praktik politik uang itu tidak selamanya dalam bentuk pemberian uang kepada para wajib pilih untuk mendapatkan suara. Namun dapat pula berupa natura seperti sembako atau ikan bandeng, termasuk pernak-pernik misalnya gantungan kunci, tas atau dompet handphone dan sebagainya.
Sementara itu, salah seorang warga di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Yahya mengaku, telah mendapatkan dompet "handphone" yang diberikan oleh tim sukses salah satu dari enam pasangan calon bupati dan wakil bupati Maros.
"Dompet yang dibagi-bagikan itu, di dalamnya ada sablon foto pasangan calon bupati dan wakil bupati," ujarnya.
Enam pasang calon bupati dan wakil bupati Maros yang siap bertarung pada hari H Pilkada yakni 23 Juni 2010 adalah pasangan nomor urut satu hingga enam pasangan Nurhasan-Karim Saleh, Andi Syahriwijaya-Andi Burhanuddin, Andi Paharuddin-Devo Khadafi, Zainal Abidin Noer-Saladin Hamat Yusuf, Prof Asdar-Rijal Assagaf dan M Hatta Rahman-Andi Harmil Mattotorang.
Sementara jadwal tahapan Pilkada pada 10 kabupaten di Sulsel masing-masing Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Gowa, Bulukumba dan Selayar pada 7 - 18 Juni 2010 merupakan kampanye terbuka atau dialogis dengan menggunakan sistem zona, 19 Juni 2010 debat para kandidat, 20 - 22 Juni 2010 masa tenang dan 23 Juni 2010 puncak pelaksanaan Pilkada yang serentak dilakukan pada 10 kabupaten tersebut.
(T.S036/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Makassar bahas pelayanan publik usai cuti kampanye pilkada
25 November 2024 23:44 WIB, 2024
Bawaslu Sulsel tangani 225 kasus dugaan pelanggaran selama kampanye Pilkada 2024
23 November 2024 8:06 WIB, 2024
Film pendek bahasa Bugis kampanyekan tolak politik uang jelang Pilkada 2024
22 November 2024 20:59 WIB, 2024
Istana jelaskan ketentuan Presiden Prabowo boleh ikut kampanye politik pilkada
10 November 2024 18:07 WIB, 2024
Kapolresta Mamuju akan tindak tegas pelanggaran hukum terkait pilkada
18 October 2024 1:10 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB