Hakim dan Panitera PTA Bimtek di Bantaeng
Minggu, 25 Juli 2010 21:04 WIB
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 500 Hakim dan Panitera serta Paguyuban Ibu-ibu (Keluarga Besar) Pengadilan Agama se wilayah IV Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Kabupaten Bantaeng.
Bimtek yang dibuka Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, Sabtu, dihadiri penatar nasional dari Mahkamah Agung, tiga hakim tinggi masing-masing Dr Arsyad, Gufron dan Anwar Rahman, serta para Ketua dan unsur Ketua Pengadilan Agama di wilayah yang membawahi Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar.
Bupati Bantaeng memperkenalkan potensi wilayah daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar yang terdiri atas tiga dimensi yakni pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi.
Dengan luas wilayah yang sangat terbatas (Kabupaten terkecil di Sulsel), Bantaeng melakukan berbagai inovasi. "Hanya dengan inovasi, daerah ini bisa berkembang," terang Nurdin Abdullah.
Wilayah pesisir sepanjang 21 kilometer dikembangkan rumput laut, sedang dataran rendah dilakukan pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi.
Kini juga dikembangkan komoditi terbaru talas safira selaian strowberi dan apel pada dataran tinggi. Untuk pengembangan apel, kini diperluas ke areal 20 Ha setelah 16 Ha sebelumnya yang tanamannya sudah mulai belajar berbuah.
Untuk memenuhi perluasan areal tersebut, sebanyak 30 orang calon petani mengikuti pelatihan di Batu, Malang, Jawa Timur awal Juli 2010. Bupati Bantaeng berharap, tahun 2011 sudah bisa dinikmati hasil penanaman tahap pertama.
Komoditi lain yang dikembangkan untuk memenuhi pasar ekspor adalah tanaman talas safira (pacco) yang pada tahap awal dikembangkan pada areal 100 Ha. Komoditi ini diharapkan menurunkan angka kemiskinan sebab pasarnya jelas.
Talas safira mengandung kolagen yang tinggi serta bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker dan diabetes, tambah bupati yang menghitung nilai ekonomi per hektare bisa menghasilkan Rp200 jutaan.
Selain itu, Bupati mengemukakan, penerapan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di setiap desa serta rencana pembangunan tourism hospital berlantai delapan.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulselbar, Drs Muh Nuh memperkenalkan rombongannya yang disertai penatar nasional dari Mahkamah Agung dan Hakim Tinggi serta panitera dan ibu-ibu paguyuban (keluarga besar PTA). (T.pso-102/F003)
Bimtek yang dibuka Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, Sabtu, dihadiri penatar nasional dari Mahkamah Agung, tiga hakim tinggi masing-masing Dr Arsyad, Gufron dan Anwar Rahman, serta para Ketua dan unsur Ketua Pengadilan Agama di wilayah yang membawahi Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar.
Bupati Bantaeng memperkenalkan potensi wilayah daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar yang terdiri atas tiga dimensi yakni pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi.
Dengan luas wilayah yang sangat terbatas (Kabupaten terkecil di Sulsel), Bantaeng melakukan berbagai inovasi. "Hanya dengan inovasi, daerah ini bisa berkembang," terang Nurdin Abdullah.
Wilayah pesisir sepanjang 21 kilometer dikembangkan rumput laut, sedang dataran rendah dilakukan pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi.
Kini juga dikembangkan komoditi terbaru talas safira selaian strowberi dan apel pada dataran tinggi. Untuk pengembangan apel, kini diperluas ke areal 20 Ha setelah 16 Ha sebelumnya yang tanamannya sudah mulai belajar berbuah.
Untuk memenuhi perluasan areal tersebut, sebanyak 30 orang calon petani mengikuti pelatihan di Batu, Malang, Jawa Timur awal Juli 2010. Bupati Bantaeng berharap, tahun 2011 sudah bisa dinikmati hasil penanaman tahap pertama.
Komoditi lain yang dikembangkan untuk memenuhi pasar ekspor adalah tanaman talas safira (pacco) yang pada tahap awal dikembangkan pada areal 100 Ha. Komoditi ini diharapkan menurunkan angka kemiskinan sebab pasarnya jelas.
Talas safira mengandung kolagen yang tinggi serta bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker dan diabetes, tambah bupati yang menghitung nilai ekonomi per hektare bisa menghasilkan Rp200 jutaan.
Selain itu, Bupati mengemukakan, penerapan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di setiap desa serta rencana pembangunan tourism hospital berlantai delapan.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulselbar, Drs Muh Nuh memperkenalkan rombongannya yang disertai penatar nasional dari Mahkamah Agung dan Hakim Tinggi serta panitera dan ibu-ibu paguyuban (keluarga besar PTA). (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Venezuela nyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan di pengadilan New York
06 January 2026 10:51 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
Atalia dan Ridwan Kamil tak hadiri sidang cerai perdana di Pengadilan Agama Bandung
17 December 2025 11:40 WIB
Gubernur Sulsel dukung Dirjen MA bangun Pengadilan Tinggi Militer di Makassar
25 September 2025 14:09 WIB
Imigrasi Parepare kawal sidang tindak pidana keimigrasian di PN Watansoppeng
21 August 2025 20:34 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Tingkatkan tertib administrasi, Kanwil Kemenkum Sulbar perkuat sinergi dengan BHP Makassar
29 January 2026 18:00 WIB