Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Peternakan menyerahkan bantuan bahan makanan berupa bakso yang diproduksi langsung oleh unit bisnis Maiwa Breeding Center (MBC) Unhas sebagai respons terhadap dampak pandemi  COVID-19.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Dr Ir Lellah Rahim, MSc, Rabu menjelaskan kegiatan ini didorong oleh imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah.

Imbauan ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya masyarakat yang bergantung pada pendapatan harian.

"Melihat dampak COVID-19 kepada masyarakat yang tidak punya pilihan untuk tetap di rumah seperti, jasa bentor, ojek, atau becak. Meskipun bekerja, pendapatannya menurun sebab sebagian besar masyarakat tinggal di rumah. Tentu ini berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka," jelas Prof Lellah dalam keterangannya di Makassar.

Prof Lellah menjelaskan, bantuan bahan makanan berupa bakso merupakan hasil kerja sama Fakultas Peternakan dengan unit bisnis Maiwa Breeding Center (MBC) yang merupakan salah satu Pusat Unggulan Inovasi Unhas.

Prof Lellah mengatakan, fakultas yang dipimpinnya selalu terdorong untuk terlibat dalam membantu masalah sosial dan kemanusiaan.

"Kami terlibat juga mengirim suplai bahan makanan siap saji ketika terjadi bencana Palu, juga bencana di sekitar Gowa kami kerja sama dengan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI)," ujarnya.

"Untuk wabah COVID-19 kali ini, kegiatan sosial kami dimotori oleh Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak dengan bantuan dana dari ranch Maiwa kerja sama MBC serta unsur sivitas akademika Fakultas Peternakan," sambung Prof Lellah.

Fakultas Peternakan menyiapkan sebanyak 200 paket bakso dimana setiap paketnya berisi 1 kg daging bakso siap konsumsi bagi masyarakat kecil sekitar kampus.

Kelompok masyarakat yang menjadi prioritas adalah pekerja transportasi harian (becak, bentor dan ojek), buruh bangunan, tenaga kebersihan, dan satuan pengamanan kampus di lingkungan agrokompleks.

Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2025