Wagub Sulsel sasar permukiman pemulung untuk salurkan bantuan kebutuhan pokok
Rabu, 6 Mei 2020 23:21 WIB
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menyasar pemukiman warga pinggiran kota di Jalan Hertasning, Kelurahan Kassi-kassi Rappocini, Makassar untuk menyalurkan bantuan atas pandemik COVID-19 yang saat ini melanda, Rabu (6/05/2020). ANTARA Foto/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman terus berbagi kebutuhan pokok selama pandemi virus corona dan kali ini menyasar permukiman warga pinggiran kota di Jalan Hertasning, Kelurahan Kassi-kassi Rappocini, Makassar, Rabu.
Andi Sudirman menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang bermukim di kawasan itu yang rata-rata berprofesi sebagai pengumpul barang bekas atau pemulung dengan penghasilan sehari-harinya pas-pasan.
Seorang warga, Mallarangeng mengatakan akibat merebaknya virus corona, mereka tidak dapat bekerja seperti biasa.
"Mewakili masyarakat di sini, sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terutama kepada Wakil Gubernur yang telah hadir dan peduli terhadap warga seperti kami ini," ujar Mallarangeng atau akrab di sapa Daeng Larang.
Sebagian besar warga di sana menumpang di tanah milik orang lain. Mereka kebanyakan tinggal di tempat itu selama 10 tahun. Ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Jeneponto dan Takalar bermukim di tempat itu.
Meski tempat itu terkesan kumuh, Wagub Sulsel rela berjalan menelusuri lorong-lorong kecil hanya untuk memastikan keadaan warga yang saat ini terdampak secara ekonomi akibat penyebaran COVID-19.
Saat berada di lokasi yang berbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa ini, Andi Sudirman mengajak warga untuk mengembangkan ekonomi melalui berternak bebek.
"Ada baiknya setelah saya melihat lahan di sini, cocok untuk beternak bebek. Tak lain untuk mengembangkan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Ia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa bantuan dari pemerintah adalah hak masyarakat di tengah pandemi ini.
"Ini semua bantuan pemerintah adalah uang rakyat untuk yang membutuhkan. Kami atas nama pemerintah hanya menyalurkan dan melayani. Berterima kasih kepada Allah saja dan berdoa wabah cepat berlalu," ucapnya.
Setelah berada di kampung pemulung, Andi Sudirman kemudian mengunjungi Asrama Mahasiswa Fak-fak, Papua Barat.
Andi Sudirman menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang bermukim di kawasan itu yang rata-rata berprofesi sebagai pengumpul barang bekas atau pemulung dengan penghasilan sehari-harinya pas-pasan.
Seorang warga, Mallarangeng mengatakan akibat merebaknya virus corona, mereka tidak dapat bekerja seperti biasa.
"Mewakili masyarakat di sini, sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terutama kepada Wakil Gubernur yang telah hadir dan peduli terhadap warga seperti kami ini," ujar Mallarangeng atau akrab di sapa Daeng Larang.
Sebagian besar warga di sana menumpang di tanah milik orang lain. Mereka kebanyakan tinggal di tempat itu selama 10 tahun. Ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Jeneponto dan Takalar bermukim di tempat itu.
Meski tempat itu terkesan kumuh, Wagub Sulsel rela berjalan menelusuri lorong-lorong kecil hanya untuk memastikan keadaan warga yang saat ini terdampak secara ekonomi akibat penyebaran COVID-19.
Saat berada di lokasi yang berbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa ini, Andi Sudirman mengajak warga untuk mengembangkan ekonomi melalui berternak bebek.
"Ada baiknya setelah saya melihat lahan di sini, cocok untuk beternak bebek. Tak lain untuk mengembangkan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Ia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa bantuan dari pemerintah adalah hak masyarakat di tengah pandemi ini.
"Ini semua bantuan pemerintah adalah uang rakyat untuk yang membutuhkan. Kami atas nama pemerintah hanya menyalurkan dan melayani. Berterima kasih kepada Allah saja dan berdoa wabah cepat berlalu," ucapnya.
Setelah berada di kampung pemulung, Andi Sudirman kemudian mengunjungi Asrama Mahasiswa Fak-fak, Papua Barat.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026