Jakarta (ANTARA) - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perhotelan, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) optimistis industri perhotelan kembali berkembang secara bertahap.
"HIN siap menyambut bisnis di era new normal, dan optimis secara bertahap industri perhotelan akan kembali berkembang menuju ke pemulihan," ujar Direktur Utama PT HIN Iswandi Said dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/6).
Ia mengatakan industri perhotelan merupakan salah satu industri yang paling pertama terkena dampak COVID-19, dan kemungkinan merupakan sektor industri yang paling belakang mengalami pemulihan; namun dengan berbagai langkah dan inovasi yang telah perseroan laksanakan selama masa pandemi COVID-19, dan melalui implementasi "Protokol Kesehatan Era Normal Baru" HIN optimistis industri akan kembali berkembang.
Hal itu, lanjut dia, sejalan dengan kebijaksanaan pelonggaran yang dilaksanakan pemerintah sehingga kegiatan perekonomian secara bertahap kembali berjalan dan okupansi hotel Inna di beberapa kota akan mengalami peningkatan.
"Para tamu akan dilayani dengan tingkat kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang tinggi pada saat mereka tiba menginap dan melaksanakan aktivitas dan kegiatan di Inna hotel hingga chekout dari hotel," ujarnya.
Ia menyampaikan mengacu pada kebijaksanaan dan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, HIN mengimplementasikan SOP dan protokol kesehatan normal baru yang menekankan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan, mencakup seluruh kegiatan dan aktivitas serta operasional hotel.
"HIN juga telah menyiapkan berbagai sarana informasi di area publik dan kamar hotel berkaitan dengan prosedur standar kebersihan dan higienitas, seperti menjaga jarak di lift, lobi hingga peta lokasi tempat cuci tangan," ujarnya.
Dengan penerapan prosedur dan kesehatan normal baru serta sejalan dengan dibukanya kembali kegiatan kepariwisataan di Yogjakarta pada awal Juni 2020, hotel Grand Inna Malioboro mengalami peningkatan jumlah tamu.
Hal sama juga dialami Inna Prapat Hotel & Resorts yang berada di kawasan wisata Danau Toba. Pada periode minggu terakhir bulan Mei, saat Idul Fitri, okupansi Inna Prapat Hotel & Resorts mencapai 80-100 persen, dan okupansi rata-rata pada bulai Mei mencapai 41 persen.
Dipaparkan, okupansi Inna Prapat selama periode 1-7 Juni mencapai rata-rata sebesar 56,30 persen.
Sebelumnya, hotel Grand Inna Kuta, Bali, juga telah menerima tamu dari Pekerja Migran Indonesia yang datang dalam grup, dimana selama bulan Mei-Juni tamu yang menginap di Grand Inna Kuta mencapai 1.842 room nights.
HIN optimistis industri perhotelan kembali berkembang secara bertahap
Jumat, 12 Juni 2020 0:29 WIB
Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua PHRI Sulsel ajak berkegiatan di hotel guna menggerakkan ekonomi
09 January 2025 9:41 WIB, 2025
PMI Makassar gandeng mitra perhotelan dan wisata untuk pengadaan darah
30 January 2024 7:07 WIB, 2024
Kemenparekraf menawarkan metode baru pemanfaatan makanan restoran hotel
23 August 2022 13:44 WIB, 2022
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB