Kementan tawarkan KUR kepada petani Bantaeng
Kamis, 2 Juli 2020 21:19 WIB
Bupati Bantaeng Ilham Azikin (kanan) memaparkan potensi pertanian dan program unggulan Pemkab Bantaeng saat rakor LTT Kementan di Bantaeng, Kamis (2/7/2020). ANTARA/HO-Diskominfo Bantaeng
Bantaeng (ANTARA) - Kementerian Pertanian menawarkan program peningkatan kesejahteraan petani dengan memberikan kemudahan mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Ini untuk memudahkan petani Bantaeng agar lebih sejahtera," kata Irjen Kementerian Pertanian S Gatot Irianto saat rakor Luas Tambah Tanam (LTT) Kementerian Pertanian di Bantaeng, Kamis.
Menurut Dia, bagi petani yang telah mendapat asuransi pertanian, juga akan diberi kemudahan untuk mendapatkan KUR.
Kementan juga akan memberikan bantuan benih kepada petani yang lahannya tertimpa banjir, bantuan sumur serta pompa untuk lahan persawahan yang dangkal.
Gatot juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di Bantaeng dan dipastikan dapat melindungi warga Bantaeng dari pandemi.
"Saya apresiasi penanganan COVID ini sangat bagus. Saya sangat menghargai upaya Pemkab mempertahankan dan memproteksi, warga Bantaeng," jelas dia.
Sementara, Staf Khusus Menteri Pertanian Lutfi Halide mengajak kepada Dinas Pertanian Bantaeng untuk mempercepat surat permintaan bantuan benih dan berharap proses tanam bisa segera dilakukan bulan ini.
"Segera kirim suratnya, kita berikan bantuan. Karena kita targetkan, bantuan tahun ini bisa dipanen tahun ini juga," jelas Lutfi.
Sedang Bupati Bantaeng Ilham Azikin menyampaikan potensi pertanian dan program unggulan Pemkab Bantaeng berupa asuransi pertanian, jaminan ketersediaan pupuk dan benih telah melindungi petani di Bantaeng.
"Kami baru-baru ini dilanda banjir. Sekarang, tugas Jasindo sebagai pihak asuransi sedang melakukan pendataan untuk melindungi petani," ujarnya.
Dia menambahkan, tahun lalu sebanyak 3.000 hektare lahan sudah tersentuh asuransi pertanian dan 2020 ditargetkan asuransi pertanian menyentuh 5.000 hektare lahan.
Menurutnya, hal ini adalah salah satu bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan menyiapkan jaring pengaman sosial selama masa pandemi ini.
Dia juga menambahkan, Bantaeng memiliki potensi lahan seluas 13 ribu hektare. Dari jumlah itu, serapan bantuan dari Kementerian Pertanian di Bantaeng juga cukup baik meski dalam kondisi COVID-19.
"Realokasi penyerapan APBN mencapai Rp3,3 miliar dari total Rp3,9 miliar atau 85 persen. Artinya, serapan bantuan berupa benih dan sebagainya untuk petani di Bantaeng cukup baik," katanya.
Sebanyak enam kabupaten hadir dalam rakor ini yakni Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar dan Sinjai, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Semua tamu yang datang diwajibkan melalui gerbang disinfektan di perbatasan. Setelah sampai di kantor Bupati, para tamu itu juga harus melalui semprotan disinfektan. (*/Adv)
"Ini untuk memudahkan petani Bantaeng agar lebih sejahtera," kata Irjen Kementerian Pertanian S Gatot Irianto saat rakor Luas Tambah Tanam (LTT) Kementerian Pertanian di Bantaeng, Kamis.
Menurut Dia, bagi petani yang telah mendapat asuransi pertanian, juga akan diberi kemudahan untuk mendapatkan KUR.
Kementan juga akan memberikan bantuan benih kepada petani yang lahannya tertimpa banjir, bantuan sumur serta pompa untuk lahan persawahan yang dangkal.
Gatot juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di Bantaeng dan dipastikan dapat melindungi warga Bantaeng dari pandemi.
"Saya apresiasi penanganan COVID ini sangat bagus. Saya sangat menghargai upaya Pemkab mempertahankan dan memproteksi, warga Bantaeng," jelas dia.
Sementara, Staf Khusus Menteri Pertanian Lutfi Halide mengajak kepada Dinas Pertanian Bantaeng untuk mempercepat surat permintaan bantuan benih dan berharap proses tanam bisa segera dilakukan bulan ini.
"Segera kirim suratnya, kita berikan bantuan. Karena kita targetkan, bantuan tahun ini bisa dipanen tahun ini juga," jelas Lutfi.
Sedang Bupati Bantaeng Ilham Azikin menyampaikan potensi pertanian dan program unggulan Pemkab Bantaeng berupa asuransi pertanian, jaminan ketersediaan pupuk dan benih telah melindungi petani di Bantaeng.
"Kami baru-baru ini dilanda banjir. Sekarang, tugas Jasindo sebagai pihak asuransi sedang melakukan pendataan untuk melindungi petani," ujarnya.
Dia menambahkan, tahun lalu sebanyak 3.000 hektare lahan sudah tersentuh asuransi pertanian dan 2020 ditargetkan asuransi pertanian menyentuh 5.000 hektare lahan.
Menurutnya, hal ini adalah salah satu bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan menyiapkan jaring pengaman sosial selama masa pandemi ini.
Dia juga menambahkan, Bantaeng memiliki potensi lahan seluas 13 ribu hektare. Dari jumlah itu, serapan bantuan dari Kementerian Pertanian di Bantaeng juga cukup baik meski dalam kondisi COVID-19.
"Realokasi penyerapan APBN mencapai Rp3,3 miliar dari total Rp3,9 miliar atau 85 persen. Artinya, serapan bantuan berupa benih dan sebagainya untuk petani di Bantaeng cukup baik," katanya.
Sebanyak enam kabupaten hadir dalam rakor ini yakni Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar dan Sinjai, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Semua tamu yang datang diwajibkan melalui gerbang disinfektan di perbatasan. Setelah sampai di kantor Bupati, para tamu itu juga harus melalui semprotan disinfektan. (*/Adv)
Pewarta : Surya
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel kirimkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir Bantaeng
02 December 2025 11:52 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB