Warga Toraja Terbanyak Dirawat di RSKD Dadi
Kamis, 28 Oktober 2010 1:34 WIB
Makassar (ANTARA News) - Warga Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara paling banyak dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar selama 2010.
"Penghuni RSKD Dadi yang gangguan jiwa sekitar 7.000 orang, paling banyak berasal dari Toraja," kata Direktur RSKD Dadi, Ully Ayunsri Harahap di Makassar, Rabu.
Namun, ia mengemukakan, angka penderita gangguan jiwa di Toraja terus mengalami penurunan setiap tahun, jika dibandingkan dengan tahun 2.000 dimana Toraja menjadi peringkat satu nasional terbanyak penderita gangguan jiwa.
"Kami pernah melakukan penelitian di sana untuk mengetahui apa penyebabnya, dan itu sangat bermanfaat untuk terapi kejiwaan," ujarnya.
Meski Toraja sudah mengalami penurunan, tetapi pasien RS Dadi justru meningkat terus dari tahun ke tahun, hingga tidak mampu lagi menampung 500 unit tempat tidur.
Ia menyebut, mayoritas pasien RS Dadi yang mengalami gangguan jiwa disebabkan faktor kalah dalam pemilihan, khususnya pascapemilihan umum 2009.
Ayunsri yang juga Istri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masalah yang dihadapi RS Dadi saat ini adalah kekurangan tenaga medis yakni hanya memiliki, tujuh dokter jiwa, itupun dua diantaranya menjelang pensiun.
Selain pasien gangguan jiwa, RS Dadi juga dihuni pasien penderita HIV/AIDS, stroke, dan narkoba.
Pada 2010 RS yang terletak di Jalan Lanto Daeng Pasewang ini mendapat anggaran Rp52 miliar, dengan capaian pendapatan sampai triwulan tiga sebesar Rp13 miliar. (T.pso-099/F003)Â
"Penghuni RSKD Dadi yang gangguan jiwa sekitar 7.000 orang, paling banyak berasal dari Toraja," kata Direktur RSKD Dadi, Ully Ayunsri Harahap di Makassar, Rabu.
Namun, ia mengemukakan, angka penderita gangguan jiwa di Toraja terus mengalami penurunan setiap tahun, jika dibandingkan dengan tahun 2.000 dimana Toraja menjadi peringkat satu nasional terbanyak penderita gangguan jiwa.
"Kami pernah melakukan penelitian di sana untuk mengetahui apa penyebabnya, dan itu sangat bermanfaat untuk terapi kejiwaan," ujarnya.
Meski Toraja sudah mengalami penurunan, tetapi pasien RS Dadi justru meningkat terus dari tahun ke tahun, hingga tidak mampu lagi menampung 500 unit tempat tidur.
Ia menyebut, mayoritas pasien RS Dadi yang mengalami gangguan jiwa disebabkan faktor kalah dalam pemilihan, khususnya pascapemilihan umum 2009.
Ayunsri yang juga Istri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masalah yang dihadapi RS Dadi saat ini adalah kekurangan tenaga medis yakni hanya memiliki, tujuh dokter jiwa, itupun dua diantaranya menjelang pensiun.
Selain pasien gangguan jiwa, RS Dadi juga dihuni pasien penderita HIV/AIDS, stroke, dan narkoba.
Pada 2010 RS yang terletak di Jalan Lanto Daeng Pasewang ini mendapat anggaran Rp52 miliar, dengan capaian pendapatan sampai triwulan tiga sebesar Rp13 miliar. (T.pso-099/F003)Â
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan warga manfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis di RSKD Dadi Makassar
03 October 2025 20:29 WIB
Dua perawat RSKD Makassar diduga bunuh ODGJ terancam penjara lima tahun
22 October 2024 16:06 WIB, 2024
Perempuan ODGJ pelaku penganiayaan ibunya di Makassar ditangani RS Jiwa
26 September 2024 0:30 WIB, 2024
Psikiater: Dukungan keluarga sangat penting mencegah depresi caleg gagal
19 February 2024 20:16 WIB, 2024
Polda Sulsel sebut terpidana di Lapas Takalar meninggal dunia karena sakit
21 December 2023 20:27 WIB, 2023
RSKD Dadi Sulsel hadirkan scan retina permudah informasi pasien ODGJ
03 November 2023 9:53 WIB, 2023