Diskominfo Lutim bahas persiapan evaluasi Smart City
Kamis, 17 September 2020 21:04 WIB
Asisten Administrasi Umum Setdakab Lutim Askar saat rapat persiapan evaluasi smart city di gedung Media Center Kantor Diskominfo Luwu Timur, Kamis (5/3/2020). ANTARA/HO-Diskominfo Lutim
Malili (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Luwu Timur mengadakan rapat persiapan menjelang evaluasi Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) di gedung Media Center Kantor Diskominfo Lutim, Kamis (5/3/2020).
Rapat ini dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Lutim Askar dan dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur Masdin dan seluruh Kelompok Kerja (Pokja) Smart City Lutim.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Lutim Askar mengatakan pada implementasi smart city di Kabupaten Luwu Timur, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yang terlibat dalam smart city.
”Smart city ini program pemerintah daerah, bukan program Diskominfo semata sehingga di dalam smart city termasuk Pokja. Jadi mereka adalah bagian dari orang-orang yang merancang smart city, cuman memang kerjanya sendiri-sendiri, belum betul-betul dalam koordinasi yang bagus,” jelas Askar.
Dia memanbahkan, sistem informasi yang dirancang tersebut, nantinya harus terintegrasi dalam satu sistem, sehingga harus ada kerjasama.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dukcapil Lutim Agus Thobrani yang juga mantan Kepala Bidang Aplikasi dan Informastika Diskominfo menyampaikan bahwa terdapat dua rekomendasi dari Tim Asesor pada evaluasi kedua program gerakan menuju 100 smart city Tahun 2019 yang harus dilakukan.
“Pertama, agar Pemkab Luwu Timur dapat menciptakan inovasi-inovasi baru pada program smart city. Kedua, perlu dimaksimalkan keterlibatan steakholder antara dewan smart city dan Komunitas Pendukung Program smart city,” ungkap Agus. (*/Adv)
Rapat ini dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Lutim Askar dan dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur Masdin dan seluruh Kelompok Kerja (Pokja) Smart City Lutim.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Lutim Askar mengatakan pada implementasi smart city di Kabupaten Luwu Timur, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yang terlibat dalam smart city.
”Smart city ini program pemerintah daerah, bukan program Diskominfo semata sehingga di dalam smart city termasuk Pokja. Jadi mereka adalah bagian dari orang-orang yang merancang smart city, cuman memang kerjanya sendiri-sendiri, belum betul-betul dalam koordinasi yang bagus,” jelas Askar.
Dia memanbahkan, sistem informasi yang dirancang tersebut, nantinya harus terintegrasi dalam satu sistem, sehingga harus ada kerjasama.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dukcapil Lutim Agus Thobrani yang juga mantan Kepala Bidang Aplikasi dan Informastika Diskominfo menyampaikan bahwa terdapat dua rekomendasi dari Tim Asesor pada evaluasi kedua program gerakan menuju 100 smart city Tahun 2019 yang harus dilakukan.
“Pertama, agar Pemkab Luwu Timur dapat menciptakan inovasi-inovasi baru pada program smart city. Kedua, perlu dimaksimalkan keterlibatan steakholder antara dewan smart city dan Komunitas Pendukung Program smart city,” ungkap Agus. (*/Adv)
Pewarta : Darim
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Warga Luwu tagih janji pemekaran: Jalan ditutup, aksi Aliansi Wija To Luwu meluas
24 January 2026 9:28 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Optimalkan kualitas layanan, Kemenkum Sulbar siap implementasikan Aplikasi SKM
04 February 2026 17:12 WIB
Diskominfo Makassar bahas penguatan digitalisasi layanan publik lewat FPD
04 February 2026 10:17 WIB