Makassar (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Makassar Provinsi Sulawesi Selatan selama 2010 mampu menekan kasus Demam Berdarah Dengue sebanyak 64 orang dari 254 penderita di 2009 menjadi 186 penderita di 2010.

"Kita berharap pada awal 2011 jumlah penderita demam berdarah bisa turun sama dengan tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan jumlah penderita demam berdarah di Makassar turun setiap tahunnya. Berdasarkan data dari 2008 jumlah penderita mencapai 266 orang, 2009 dengan 254 orang sementara di 2010 mencapai 186 orang.

Penurunan ini dipicu adanya perubahan pola hidup sehat masyarakat utamanya pada kinerja kebersihan lingkungan dan pencegahan penyebaran demam berdarah.

Kegiatan program Makassar bersih dan hijau juga dinilai menjadi penyebab utama penurunan angka penderita tersebut.

Pola pemeriksaan masayrakat juga dinilai berubah dari pengobatan menjadi antisipatif, sehingga angka pasien menjadi berkurang.

Hanya saja dirinya khawatir pada puncak musim penghujan ini kasus penyebaran demam berdarah kembali terjadi.

Sebab intensitas curah hujan tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Siklus penyebaran nyamuk sendiri terjadi di Januari, Februari dan Maret.

Mencegah adanya penyebaran tersebut Dinkes Makassar menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk mendampingi masyarakat di wilayah kerjanya untuk membersihkan lingkungan khususnya yang rawan genangan air jernih.

Hal itu dilakukan agar pembibitan penyebaran nyamuk tidak terjadi. Tidak hanya itu, Dinkes juga menyiapkan fasilitas pengasapan atau fogging.

Hanya saja kegiatan yang satu ini dipersempit menjadi pengasapan kasus saja sebab cuaca tidak mendukung upaya pengasapan massal.

Hingga saat ini, Pemkot Makassar belum mencatat adanya penderita demam berdarah. Dinkes juga masih menunggu laporan kasus dari puskemsas dan rumah sakit rujukan di Makassar.
(T.KR-MH/M027)