BI : Kinerja perekonomian Sulsel membaik akhir 2020
Sabtu, 6 Februari 2021 5:50 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Budi Hanoto di Makassar, Jumat (5/2/2021). ANTARA Foto/HO/Humas BI Sulsel
Makassar (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Budi Hanoto mengatakan, kinerja perekonomian Sulsel membaik pada triwulan IV 2020 meskipun masih dalam fase kontraksi pada era pandemi COVID-19.
"Hal itu terlihat dari catatan ekonomi terkontraksi sebesar 0,62 persen (yoy), tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 1,10 persen (yoy)," kata Budi di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, dari sisi pengeluaran, perbaikan ditopang oleh peningkatan investasi sejalan dengan pembangunan sejumlah proyek pemerintah dan swasta serta berlanjutnya proyek strategis nasional untuk mendukung penyediaan infrastruktur konektivitas.
Selain itu, peningkatan investasi juga didukung oleh perbaikan penyaluran kredit investasi oleh perbankan dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga.
Menurut dia, di sisi lain, kinerja ekspor membaik sejalan dengan perbaikan kondisi negara mitra dagang utama serta kenaikan harga nikel dunia sebagai dampak dari tingginya permintaan industri mobil listrik dan terjaganya produksi lapangan usaha tambang.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh terkontraksi sejalan dengan pembatasan mobilitas yang kembali diberlakukan dalam upaya menekan lonjakan kasus COVID-19 di akhir tahun 2020.
Sejalan dengan kondisi pada sisi pengeluaran, lapangan usaha konstruksi tercatat mengalami pertumbuhan yang meningkat, sejalan dengan penyaluran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya bidang konstruksi.
Sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan positif dipengaruhi oleh 'base effect' kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah produksi yang lebih terbatas pada musim tanam.
Selain itu, LU transportasi yang mengalami tekanan akibat COVID-19 juga melanjutkan pemulihan secara bertahap. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Sulawesi Selatan untuk keseluruhan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,70 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan tahun 2019 yang tumbuh 6,92 persen (yoy).
Mengenai perbaikan ekonomi khususnya di bidang jasa kepelabuhanan, Dirut PT Pelindo IV Prasetyadi pada keterangan terpisah mengakui, meski masih dalam masa pandemi COVID-19, namun geliat ekspor impor Sulsel semakin meningkat "traffic" nya.
Hal itu terbukti dari pertumbuhan arus bongkar muat di Pelabuhan Makassar mencapai 17 persen pada Natal dan Tahun Baru atau lebih tinggi dibandingkan kondisi yang sama pada 2019.
Ilustrasi aktivitas bongkar muat di pelabuhan kelolaan PT Pelindo IV Makassar.. ANTARA Foto/ Suriani Mappong
"Hal itu terlihat dari catatan ekonomi terkontraksi sebesar 0,62 persen (yoy), tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 1,10 persen (yoy)," kata Budi di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, dari sisi pengeluaran, perbaikan ditopang oleh peningkatan investasi sejalan dengan pembangunan sejumlah proyek pemerintah dan swasta serta berlanjutnya proyek strategis nasional untuk mendukung penyediaan infrastruktur konektivitas.
Selain itu, peningkatan investasi juga didukung oleh perbaikan penyaluran kredit investasi oleh perbankan dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga.
Menurut dia, di sisi lain, kinerja ekspor membaik sejalan dengan perbaikan kondisi negara mitra dagang utama serta kenaikan harga nikel dunia sebagai dampak dari tingginya permintaan industri mobil listrik dan terjaganya produksi lapangan usaha tambang.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh terkontraksi sejalan dengan pembatasan mobilitas yang kembali diberlakukan dalam upaya menekan lonjakan kasus COVID-19 di akhir tahun 2020.
Sejalan dengan kondisi pada sisi pengeluaran, lapangan usaha konstruksi tercatat mengalami pertumbuhan yang meningkat, sejalan dengan penyaluran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya bidang konstruksi.
Sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan positif dipengaruhi oleh 'base effect' kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah produksi yang lebih terbatas pada musim tanam.
Selain itu, LU transportasi yang mengalami tekanan akibat COVID-19 juga melanjutkan pemulihan secara bertahap. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Sulawesi Selatan untuk keseluruhan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,70 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan tahun 2019 yang tumbuh 6,92 persen (yoy).
Mengenai perbaikan ekonomi khususnya di bidang jasa kepelabuhanan, Dirut PT Pelindo IV Prasetyadi pada keterangan terpisah mengakui, meski masih dalam masa pandemi COVID-19, namun geliat ekspor impor Sulsel semakin meningkat "traffic" nya.
Hal itu terbukti dari pertumbuhan arus bongkar muat di Pelabuhan Makassar mencapai 17 persen pada Natal dan Tahun Baru atau lebih tinggi dibandingkan kondisi yang sama pada 2019.
Ilustrasi aktivitas bongkar muat di pelabuhan kelolaan PT Pelindo IV Makassar.. ANTARA Foto/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB