Pemprov Sulsel bangun dua rumah produksi pemintalan sutra
Rabu, 24 Februari 2021 16:35 WIB
Salah satu rumah produksi pemintalan sutera di Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membangun dua unit rumah produksi pemintalan sutra di Kabupaten Soppeng dan Wajo dalam rangka mengembalikan kejayaan kain sutra.
Progres pembangunan rumah produksi pemintalan sutra tersebut telah dilaporkan Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
"Tahun 2020 sudah selesai pembangunan fisik rumah produksi pemintalan di dua kabupaten, anggaranya berasal dari APBD Provinsi Sulsel," kata Ahmadi, di Makassar, Rabu.
Hanya saja, pengoperasian rumah produksi tersebut masih terkendala sejumlah peralatan pemintalan sebab pengadaannya baru bisa dianggarkan tahun 2021 sebagai dampak pandemi COVID-19.
"Dan insya Allah dalam dua minggu ini akan kami ajukan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan LKPP) untuk dilakukan lelang terkait pengadaan mesin itu," sebutnya.
Selain itu, Tahun Anggaran 2021 juga mendapatkan alokasi dana DAK untuk pembangunan rumah produksi tenun gedogan.
Ahmadi mengatakan ada dua mesin yang akan dibeli untuk pemintalan, masing-masing untuk Kabupaten Soppeng dan Wajo dengan kapasitas yang berbeda.
'Untuk Wajo full otomatis dan di Soppeng semi otomatis," katanya.
Kemudian pengadaan mesin celup. Hadirnya mesin ini akan meningkatkan nilai tambah kain sutra yang tidak lagi hanya menjual kain putih tetapi dengan kain berwarna.
"Selama ini menjual kain putih, harapan kita ke depan tidak lagi menjual kain putih. Tetapi kain yang sudah punya warna sehingga nilai tambahnya akan ada. Insyaallah tahun ini akan terealisasi," ujarnya.
Progres pembangunan rumah produksi pemintalan sutra tersebut telah dilaporkan Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
"Tahun 2020 sudah selesai pembangunan fisik rumah produksi pemintalan di dua kabupaten, anggaranya berasal dari APBD Provinsi Sulsel," kata Ahmadi, di Makassar, Rabu.
Hanya saja, pengoperasian rumah produksi tersebut masih terkendala sejumlah peralatan pemintalan sebab pengadaannya baru bisa dianggarkan tahun 2021 sebagai dampak pandemi COVID-19.
"Dan insya Allah dalam dua minggu ini akan kami ajukan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan LKPP) untuk dilakukan lelang terkait pengadaan mesin itu," sebutnya.
Selain itu, Tahun Anggaran 2021 juga mendapatkan alokasi dana DAK untuk pembangunan rumah produksi tenun gedogan.
Ahmadi mengatakan ada dua mesin yang akan dibeli untuk pemintalan, masing-masing untuk Kabupaten Soppeng dan Wajo dengan kapasitas yang berbeda.
'Untuk Wajo full otomatis dan di Soppeng semi otomatis," katanya.
Kemudian pengadaan mesin celup. Hadirnya mesin ini akan meningkatkan nilai tambah kain sutra yang tidak lagi hanya menjual kain putih tetapi dengan kain berwarna.
"Selama ini menjual kain putih, harapan kita ke depan tidak lagi menjual kain putih. Tetapi kain yang sudah punya warna sehingga nilai tambahnya akan ada. Insyaallah tahun ini akan terealisasi," ujarnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB