BPS : Transaksi ekspor Sulsel capai 108,64 juta dolar AS pada April 2021
Rabu, 2 Juni 2021 19:36 WIB
Ilustrasi. Aktivitas bongkar muat komoditi di Pelabuhan Petikemas Hatta Makassar. ANTARA/Dok
Makassar (ANTARA) - Nilai transaksi ekspor Provinsi Sulawesi Selatan pada April 2021 tercatat 108,64 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau lebih rendah4,44 persen dari transaksi sebelumnya yang membukukan 113,69 juta dolar AS.
"Kalau melihat selisihnya itu ada peningkatan nilai transaksi, peningkatannya itu 1,52 juta dolar AS. Nilai transaksi kita di bulan Juni jauh lebih baik dan itu sudah mewabah juga COVID-19 ini," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Suntono di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan nilai transaksi ekspor maupun impor dalam setiap bulannya memang fluktuatif. Bahkan sebelum masa pandemi mewabah dihampir semua negara, transaksi terkadang melonjak dan di bulan berikutnya turun cukup jauh.
"Fluktuasi nilai transaksi itu sudah biasa. Semua tergantung permintaan dari negara tujuan, jika produksi meningkat, pasti permintaan akan naik dan itu mempengaruhi nilai transaksinya," katanya.
Suntono menyatakan, dari sekian banyak komoditas ekspor, ada lima komoditas yang nilai kontribusinya sangat besar dan mempengaruhi nilai perdagangan transaksi.
Lima komoditas utama yang di ekspor dan menjadi andalan Sulsel yakni, nikel dengan distribusi persentase menyumbang 64,52 persen; biji-bijian berminyak sebesar 9,74 persen.
Kemudian komoditi garam 8,32 persen, belerang dan kapur; Ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya menyumbang 3,84 persen; serta besi dan baja menyumbang 3,26 persen dari seluruh total transaksi.
Komoditas nikel dalam angka transaksi membukukan 70,10 juta dolar AS, biji-bijian berminyak sebesar 10,58 juta dolar AS; garam, belerang dan kapur sebesar 9,04 juta dolar AS; ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar 4,18 juta dolar AS; serta besi dan baja sebesar 3,54 juta dolar AS.
Bila dibandingkan dengan Maret 2021 maka ekspor komoditas Nikel turun sebesar 11,73 persen; biji-bijian berminyak turun sebesar 5,10 persen; garam, belerang dan kapur naik
sebesar 21,48 persen; ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya naik sebesar 27,96 persen; serta besi dan baja turun sebesar 27,37 persen.
"Kalau melihat selisihnya itu ada peningkatan nilai transaksi, peningkatannya itu 1,52 juta dolar AS. Nilai transaksi kita di bulan Juni jauh lebih baik dan itu sudah mewabah juga COVID-19 ini," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Suntono di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan nilai transaksi ekspor maupun impor dalam setiap bulannya memang fluktuatif. Bahkan sebelum masa pandemi mewabah dihampir semua negara, transaksi terkadang melonjak dan di bulan berikutnya turun cukup jauh.
"Fluktuasi nilai transaksi itu sudah biasa. Semua tergantung permintaan dari negara tujuan, jika produksi meningkat, pasti permintaan akan naik dan itu mempengaruhi nilai transaksinya," katanya.
Suntono menyatakan, dari sekian banyak komoditas ekspor, ada lima komoditas yang nilai kontribusinya sangat besar dan mempengaruhi nilai perdagangan transaksi.
Lima komoditas utama yang di ekspor dan menjadi andalan Sulsel yakni, nikel dengan distribusi persentase menyumbang 64,52 persen; biji-bijian berminyak sebesar 9,74 persen.
Kemudian komoditi garam 8,32 persen, belerang dan kapur; Ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya menyumbang 3,84 persen; serta besi dan baja menyumbang 3,26 persen dari seluruh total transaksi.
Komoditas nikel dalam angka transaksi membukukan 70,10 juta dolar AS, biji-bijian berminyak sebesar 10,58 juta dolar AS; garam, belerang dan kapur sebesar 9,04 juta dolar AS; ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar 4,18 juta dolar AS; serta besi dan baja sebesar 3,54 juta dolar AS.
Bila dibandingkan dengan Maret 2021 maka ekspor komoditas Nikel turun sebesar 11,73 persen; biji-bijian berminyak turun sebesar 5,10 persen; garam, belerang dan kapur naik
sebesar 21,48 persen; ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya naik sebesar 27,96 persen; serta besi dan baja turun sebesar 27,37 persen.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov mencatat Expo Kreatif Andalan 2025 di Sulsel raup transaksi Rp600 juta
25 November 2025 13:01 WIB
Polda Jabar : Sindikat jual beli bayi ke Singapura berawal dari transaksi lewat Facebook
16 July 2025 15:52 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB