Malware dan penipuan berkedok "Squid Game" belakangan ini bertebaran di dunia maya
Sabtu, 30 Oktober 2021 12:21 WIB
Petugas keamanan berkeliling dengan menggunakan kostum drama serial Squid Game di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan lusinan penipuan dan malware yang mencatut nama "Squid Game" di dunia mata sekitar sebulan belakangan ini.
Pelaku kejahatan siber tidak mau ketinggalan memanfaatkan popularitas serial asal Korea Selatan ini untuk menebarkan ancaman. Kaspersky, dikutip dari siaran pers, Sabtu menemukan penyebaran adware, Trojan dan penipuan yang menggunakan nama "Squid Game".
Salah satu modus yang mereka temukan, korban diberikan versi animasi game tersebut. Secara bersamaan, penjahat meluncurkan Trojan untuk mencuri data dari peramban pengguna dan mengirim kembali ke server penyerang.
Pada perangkat korban, terdapat sebuah pintasan atau shortcut dalam sebuah folder, yang bisa digunakan untuk meluncurkan Trojan. Malware ini didistribusikan lewat toko aplikasi tidak resmi.
Penjahat siber juga memanfaatkan "Squid Game" untuk perayaan Halloween, Kaspersky menemukan banyak toko palsu yang menjual kostum serial tersebut.
Penjahat mengaku sebagai toko resmi pernak-pernik "Squid Games". Jika berbelanja di sana, korban berisiko kehilangan uang dan data pribadi seperti alamat email, alamat tempat tinggal dan rincian kartu perbankan.
Selain malware dan toko palsu, Kaspersky juga menemukan laman bermain "Squid Game" versi online dengan janji hadia 100 Binance coin.
Jika memainkan game tersebut, alih-alih mendapat hadiah, korban secara tidak sadar akan mengunduh malware dan kehilangan data mereka.
Agar tidak terjebak "Squid Game" palsu ini, pengguna internet disarankan hanya mengakses serial tersebut dari situs resmi dan selalu cek berkas yang diunduh tidak memiliki ekstensi .exe atau .msi.
Pelaku kejahatan siber tidak mau ketinggalan memanfaatkan popularitas serial asal Korea Selatan ini untuk menebarkan ancaman. Kaspersky, dikutip dari siaran pers, Sabtu menemukan penyebaran adware, Trojan dan penipuan yang menggunakan nama "Squid Game".
Salah satu modus yang mereka temukan, korban diberikan versi animasi game tersebut. Secara bersamaan, penjahat meluncurkan Trojan untuk mencuri data dari peramban pengguna dan mengirim kembali ke server penyerang.
Pada perangkat korban, terdapat sebuah pintasan atau shortcut dalam sebuah folder, yang bisa digunakan untuk meluncurkan Trojan. Malware ini didistribusikan lewat toko aplikasi tidak resmi.
Penjahat siber juga memanfaatkan "Squid Game" untuk perayaan Halloween, Kaspersky menemukan banyak toko palsu yang menjual kostum serial tersebut.
Penjahat mengaku sebagai toko resmi pernak-pernik "Squid Games". Jika berbelanja di sana, korban berisiko kehilangan uang dan data pribadi seperti alamat email, alamat tempat tinggal dan rincian kartu perbankan.
Selain malware dan toko palsu, Kaspersky juga menemukan laman bermain "Squid Game" versi online dengan janji hadia 100 Binance coin.
Jika memainkan game tersebut, alih-alih mendapat hadiah, korban secara tidak sadar akan mengunduh malware dan kehilangan data mereka.
Agar tidak terjebak "Squid Game" palsu ini, pengguna internet disarankan hanya mengakses serial tersebut dari situs resmi dan selalu cek berkas yang diunduh tidak memiliki ekstensi .exe atau .msi.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
112 anak teradikalisasi di ruang dgital lewat "game online" dan media sosial
31 December 2025 7:19 WIB
Australian Open 2024 - Hendra/Ahsan tuntaskan rubber game dan maju ke final
15 June 2024 17:31 WIB, 2024
Piala Thomas 2024 - Jonatan lewati rubber game hingga kalahkan tunggal Thailand
29 April 2024 14:02 WIB, 2024
Piala Thomas 2024 - Fajar/Rian kalah dari ganda Thailand setelah drama rubber game
29 April 2024 14:00 WIB, 2024
French Open 2024 - Ginting tersisih setelah rubber game ketat lawan Loh Kean Yew
08 March 2024 7:03 WIB, 2024
Thailand Masters 2024 - Ana/Tiwi ke semifinal usai menang rubber game lawan wakil India
02 February 2024 15:20 WIB, 2024
Denmark Open 2023 - The Daddies redam juniornya Pramudya/Yeremia dengan "straight game"
18 October 2023 6:29 WIB, 2023
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Kakanim Polman: Analis Keimigrasian Ahli Pertama perkuat kualitas pelayanan keimigrasian
07 May 2026 20:28 WIB
BPJS Kesehatan ungkap tren peningkatan penyakit Katastropik jadi perhatian serius
05 May 2026 14:38 WIB
Mahasiswa Politeknik ATI Makassar raih juara Welding Competition 2026 di Morowali
05 May 2026 14:32 WIB