Wamenkeu sebut realisasi PEN capai Rp495,77 triliun per 19 November 2021
Senin, 22 November 2021 14:21 WIB
Tangkapan Layar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 secara daring di Jakarta, Senin (22/11/2021). ANTARA/Agatha Olivia.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak Januari hingga 19 November 2021 telah mencapai Rp495,77 triliun.
"Dengan demikian telah terealisasi sekitar 66,6 persen dari pagu Rp744,77 triliun," kata Suahasil dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 secara daring di Jakarta, Senin.
Adapun realisasi tersebut meningkat Rp85,79 triliun dari realisasi hingga triwulan III-2021 yang mencapai Rp409,98 triliun.
Suahasil memerinci realisasi tersebut terdiri dari anggaran kesehatan Rp135,53 triliun, perlindungan sosial (perlinsos) Rp140,5 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp81,83 triliun, program prioritas Rp75,44 triliun, serta insentif usaha Rp62,47 triliun.
Realisasi anggaran kesehatan telah mencapai 63 persen dari pagu Rp214,96 triliun yang diberikan untuk penggunaan RS darurat Asrama Haji dan Pademangan, pembagian paket obat untuk masyarakat dan penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), serta biaya perawatan 759 ribu pasien.
Kemudian, untuk insentif 1,3 juta tenaga kesehatan (nakes) pusat dan santunan kematian 501 nakes, pengadaan 220,14 juta dosis vaksin, serta bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) untuk 34,71 juta orang.
Sementara realisasi perlindungan sosial telah mencapai 75,5 persen dari alokasi Rp186,64 triliun yang diberikan untuk bantuan program keluarga harapan (PKH) kepada 10 juta penerima dan kartu sembako kepada 18,1 juta penerima, bantuan sosial tunai (BST) untuk 9,99 juta penerima dan bantuan langsung tunai desa (BLT) Desa untuk 5,64 juta penerima, serta Kartu Prakerja untuk 5,96 juta orang.
Selanjutnya, bantuan kuota internet untuk 64,59 juta penerima, bantuan uang kuliah tunggal (UKT) untuk 326 ribu penerima, subsidi listrik untuk 32,6 juta penerima, bantuan subsidi upah (BSU) untuk 6,7 juta pekerja, serta bantuan beras untuk 28,8 juta orang dan sembako PPKM 4,84 juta penerima.
Suahasil menambahkan anggaran dukungan UMKM dan korporasi pun telah diserap 50,4 persen dari dana Rp162,4 triliun, yang meliputi bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) kepada 12,8 juta usaha, imbal jasa penjaminan (IJP) untuk 2,29 juta UMKM dan 43 korporasi, serta penempatan dana bank dengan total penyaluran kredit Rp450,57 triliun kepada 5,46 juta debitur.
Bantuan juga diberikan dalam bentuk subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) untuk 6,7 juta debitur dan non-KUR untuk 13,4 juta debitur, penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Hutama Karya, PT Pelindo III, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Lembaga Pengelola Investasi sebesar Rp23,39 triliun, serta bantuan pedagang kaki lima kepada 1 juta usaha.
Untuk program prioritas, anggaran telah terserap 64 persen dari pagu Rp117,94 triliun yang terdiri dari padat karya kementerian/lembaga untuk 1,43 juta tenaga kerja, pariwisata, ketahanan pangan, teknologi, dan fasilitas pinjaman daerah Rp10 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur.
Terakhir untuk insentif usaha telah terserap 99,4 persen dari alokasi Rp62,83 triliun yang meliputi antara lain fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN) properti, pajak penghasilan (PPh) 21 karyawan, PPh 22 impor, angsuran PPh25, PPh badan, dan PPh final UMKM.
"Dengan demikian telah terealisasi sekitar 66,6 persen dari pagu Rp744,77 triliun," kata Suahasil dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 secara daring di Jakarta, Senin.
Adapun realisasi tersebut meningkat Rp85,79 triliun dari realisasi hingga triwulan III-2021 yang mencapai Rp409,98 triliun.
Suahasil memerinci realisasi tersebut terdiri dari anggaran kesehatan Rp135,53 triliun, perlindungan sosial (perlinsos) Rp140,5 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp81,83 triliun, program prioritas Rp75,44 triliun, serta insentif usaha Rp62,47 triliun.
Realisasi anggaran kesehatan telah mencapai 63 persen dari pagu Rp214,96 triliun yang diberikan untuk penggunaan RS darurat Asrama Haji dan Pademangan, pembagian paket obat untuk masyarakat dan penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), serta biaya perawatan 759 ribu pasien.
Kemudian, untuk insentif 1,3 juta tenaga kesehatan (nakes) pusat dan santunan kematian 501 nakes, pengadaan 220,14 juta dosis vaksin, serta bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) untuk 34,71 juta orang.
Sementara realisasi perlindungan sosial telah mencapai 75,5 persen dari alokasi Rp186,64 triliun yang diberikan untuk bantuan program keluarga harapan (PKH) kepada 10 juta penerima dan kartu sembako kepada 18,1 juta penerima, bantuan sosial tunai (BST) untuk 9,99 juta penerima dan bantuan langsung tunai desa (BLT) Desa untuk 5,64 juta penerima, serta Kartu Prakerja untuk 5,96 juta orang.
Selanjutnya, bantuan kuota internet untuk 64,59 juta penerima, bantuan uang kuliah tunggal (UKT) untuk 326 ribu penerima, subsidi listrik untuk 32,6 juta penerima, bantuan subsidi upah (BSU) untuk 6,7 juta pekerja, serta bantuan beras untuk 28,8 juta orang dan sembako PPKM 4,84 juta penerima.
Suahasil menambahkan anggaran dukungan UMKM dan korporasi pun telah diserap 50,4 persen dari dana Rp162,4 triliun, yang meliputi bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) kepada 12,8 juta usaha, imbal jasa penjaminan (IJP) untuk 2,29 juta UMKM dan 43 korporasi, serta penempatan dana bank dengan total penyaluran kredit Rp450,57 triliun kepada 5,46 juta debitur.
Bantuan juga diberikan dalam bentuk subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) untuk 6,7 juta debitur dan non-KUR untuk 13,4 juta debitur, penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Hutama Karya, PT Pelindo III, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Lembaga Pengelola Investasi sebesar Rp23,39 triliun, serta bantuan pedagang kaki lima kepada 1 juta usaha.
Untuk program prioritas, anggaran telah terserap 64 persen dari pagu Rp117,94 triliun yang terdiri dari padat karya kementerian/lembaga untuk 1,43 juta tenaga kerja, pariwisata, ketahanan pangan, teknologi, dan fasilitas pinjaman daerah Rp10 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur.
Terakhir untuk insentif usaha telah terserap 99,4 persen dari alokasi Rp62,83 triliun yang meliputi antara lain fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN) properti, pajak penghasilan (PPh) 21 karyawan, PPh 22 impor, angsuran PPh25, PPh badan, dan PPh final UMKM.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkeu rilis aturan anggaran dan penggunaan aset kementerian baru Kabinet Merah Putih
09 November 2024 8:31 WIB, 2024
Wamenkeu: Indonesia harus tetap lanjutkan hilirisasi setelah kalah di WTO
29 November 2022 13:54 WIB, 2022
Kemenkeu ingatkan pemda serius tangani stunting karena anggarannya memdai
14 June 2022 10:56 WIB, 2022
Wamenkeu: Pendanaan publik harus dilakukan guna menarik investasi swasta
02 April 2022 10:55 WIB, 2022
Kemenkeu: Dana pemda tersimpan di bank pada akhir 2021 capai Rp113,38 triliun
19 January 2022 18:29 WIB, 2022
Wamenkeu : APBN bantu sediakan perumahan harga terjangkau lewat subsidi
02 November 2021 13:22 WIB, 2021
Wamenkeu : APBN bantu sediakan perumahan bagi masyarakat lewat subsidi
02 November 2021 12:58 WIB, 2021
Wamenkeu berharap perbankan identifikasi pengusaha untuk salurkan kredit
29 September 2021 13:16 WIB, 2021
Wamenkeu : UMKM punya peranan luar biasa dalam pemulihan ekonomi nasional
13 September 2021 15:34 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kemenhub gandeng tujuh Pemda perkuat SDM transportasi perkotaan, termasuk Makassar
21 April 2026 10:25 WIB