Pemkot Makassar belum terima juknis vaksinasi anak umur 6-12 tahun
Senin, 13 Desember 2021 19:54 WIB
Pelaksanaan vaksinasi kepada siswa SMP di Kota Makassar, Sulsel. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar Sulawesi Selatan belum menerima petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di kalangan anak umur 6-12 tahun dari pemerintah pusat.
"Program dari pusat itu belum ada juknisnya ke daerah, itu pun nanti pasti akan lewat dinas kesehatan, tentunya dinas kesehatan dan pendidikan akan berkolaborasi lagi seperti kemarin-kemarin," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba di Makassar, Senin.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksin yang akan diberikan untuk anak usia 6-12 tahun telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah Vaksin Sinovac.
Nielma mengatakan vaksinasi kepada peserta didik akan terus digencarkan sehingga capaian vaksinasi dapat mencapai 90 persen lebih.
Sementara ini pun, kata dia, Pemkot Makassar belum mengizinkan peserta didik berusia diatas 12 tahun mengikuti pembelajaran tatap muka jika belum divaksinasi, guna menghindari penyebaran COVID-19
"Strategi ini secara sadar menarik minat orang tua dan siswa untuk melakukan vaksinasi. Sekitar dua bulan terakhir sekolah sudah kami buka dengan aturan bertahap yang menyertai," ujar Nielma.
Diharapkan pada pelaksanaan vaksinasi bagi anak didik berumur 6-12 tahun juga ada keterlibatan berbagai komunitas dalam menggencarkan vaksinasi.
Selain itu, Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan juga melakukan tes antigen bagi seluruh siswa sebelum memulai PTM.
"Syukurnya semua negatif dan semua sehat, selama kurang lebih hampir dua bulan kita masuk sekolah. Sebelum tatap muka kita antigen, kemudian Genose, dan tidak ada yang terkena, atau terkonfirmasi," ujarnya.
"Program dari pusat itu belum ada juknisnya ke daerah, itu pun nanti pasti akan lewat dinas kesehatan, tentunya dinas kesehatan dan pendidikan akan berkolaborasi lagi seperti kemarin-kemarin," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba di Makassar, Senin.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksin yang akan diberikan untuk anak usia 6-12 tahun telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah Vaksin Sinovac.
Nielma mengatakan vaksinasi kepada peserta didik akan terus digencarkan sehingga capaian vaksinasi dapat mencapai 90 persen lebih.
Sementara ini pun, kata dia, Pemkot Makassar belum mengizinkan peserta didik berusia diatas 12 tahun mengikuti pembelajaran tatap muka jika belum divaksinasi, guna menghindari penyebaran COVID-19
"Strategi ini secara sadar menarik minat orang tua dan siswa untuk melakukan vaksinasi. Sekitar dua bulan terakhir sekolah sudah kami buka dengan aturan bertahap yang menyertai," ujar Nielma.
Diharapkan pada pelaksanaan vaksinasi bagi anak didik berumur 6-12 tahun juga ada keterlibatan berbagai komunitas dalam menggencarkan vaksinasi.
Selain itu, Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan juga melakukan tes antigen bagi seluruh siswa sebelum memulai PTM.
"Syukurnya semua negatif dan semua sehat, selama kurang lebih hampir dua bulan kita masuk sekolah. Sebelum tatap muka kita antigen, kemudian Genose, dan tidak ada yang terkena, atau terkonfirmasi," ujarnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Realisasi dana TKD ke Sulsel hingga akhir Januari 2026 sebesar Rp3,9 triliun
01 March 2026 22:34 WIB
Menhub: Sulsel merupakan gerbang strategis Indonesia timur saat angkutan Lebaran 2026
28 February 2026 22:28 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Terkait tragedi PT IMIP, Legislator minta pemerintah benahi tata kelola lingkungan
02 March 2026 15:22 WIB
Realisasi dana TKD ke Sulsel hingga akhir Januari 2026 sebesar Rp3,9 triliun
01 March 2026 22:34 WIB