Jangan Ada Cacat dari Keberhasilan yang Diraih
Kamis, 29 Desember 2011 3:10 WIB
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah mengatakan, meski kesempurnaan hanya milik Tuhan, namun sedapat mungkin, jangan ada cacat dari keberhasilan yang sudah diraih dalam pembangunan tiga tahun.
Karena itu, sinergi antarsemua pihak sangat diperlukan, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengingatkan jajarannya pada pertemuan akhir tahun 2011 lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng di Bantaeng, Rabu.
Menurut bupati, secara umum kondisi wilayah kondusif, bahkan berkat kerja keras yang telah dilakukan selama ini, infrastruktur berhasil dibangun. Infrastruktur jalan di dalam kota saja tinggal sedikit yang belum berhasil dibenahi, sedang di pelosok ditangani PNPM dan Bansos.
"Kita juga mengembalikan sikap kegotongroyongan masyarakat melalui rumah swadaya yang untuk 2012 akan dibenahi 600 unit rumah bantuan Kementerian Perumahan dan belum termasuk Bansos. Ini menandakan bahwa pembangunan dilakukan serentak, baik di kota maupun di desa," urainya.
Di bidang kesehatan, tambah Bupati, sejumlah Puskesmas telah direhabilitasi dan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Plus. Sejumlah Puskesmas seperti Puskesmas Campakaloe dan Kassi-Kassi bahkan diusulkan menjadi rumah sakit tipe C.
"Kami bertekad, tidak ada lagi masyarakat tidak berobat kalau sakit hanya karena tidak punya uang," ucap Bupati seraya menambahkan, pelayanan di bidang kesehatan bahkan telah ditunjang Brigade Siaga Bencana (BSB).
Kehadiran BSB telah berdampak terhadap angka kematian ibu dan anak yang sudah nol. Satu-satunya keluhan masyarakat hanya kehadiran dokter spesialis pada hari Sabtu dan Minggu.
Pada hari-hari tersebut, dokter spesialis di Bantaeng menghilang. Karena itu, Bupati minta Direktur Rumah Sakit Anwar Makkatutu untuk mendisiplinkan para dokter mulai Januari 2012.
"Saya minta, mulai 2012 tidak boleh lagi rumah sakit kita kosong dari dokter spesialis agar tidak ada lagi keluhan masyarakat di bidang kesehatan, terutama dokter bedah dan kandungan," urainya.
Masalah pelayanan juga jangan dipersulit hanya karena masalah administrasi sebab administrasi bisa berjalan seiring pelayanan, ujar Bupati seraya mengemukakan penghargaan di bidang pelayanan kesehatan yang sudah menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Sehat Nasional.
Menyinggung mengenai kebersihan, Bupati Bantaeng mengatakan, Kepala Desa, Lurah dan Camat hendaknya tidak menggantungkan masalah kebersihan kepada Dinas Kebersihan dan Bapedalda, melainkan harus sinergi menyadarkan masyarakat terhadap masalah kebersihan.
"Bila teryata ada Kades, Lurah atau Camat yang tidak mendukung bidang kebersihan, terpaksa kita mencari gantinya. Kita tidak bisa maju bila aparat bersikap apatis," tuturnya.
Bupati juga minta para Kades menggunakan ADD-nya untuk membeli mesin pemotong rumput agar Kades dapat mengajak jajarannya membenahi tanaman liar serta menanam pohon.
Di bidang pertanian, lanjut Bupati, sudah hampir semua pelosok telah dibuka kantong-kantong produksinya, termasuk potensi air yang dimiliki. Bahkan potensi air sungai Batu Massong segera difungsikan untuk masyarakat Layoa di Kecamatan Gantarangkeke dan Pajukukang.
Bila air sungai ini sudah mengalir, angka kemiskinan yang masih 10 persen dipastikan akan turun karena lahan tadah hujan akan berubah menjadi lahan produktif. (T.KR-HK/F003)
Karena itu, sinergi antarsemua pihak sangat diperlukan, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengingatkan jajarannya pada pertemuan akhir tahun 2011 lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng di Bantaeng, Rabu.
Menurut bupati, secara umum kondisi wilayah kondusif, bahkan berkat kerja keras yang telah dilakukan selama ini, infrastruktur berhasil dibangun. Infrastruktur jalan di dalam kota saja tinggal sedikit yang belum berhasil dibenahi, sedang di pelosok ditangani PNPM dan Bansos.
"Kita juga mengembalikan sikap kegotongroyongan masyarakat melalui rumah swadaya yang untuk 2012 akan dibenahi 600 unit rumah bantuan Kementerian Perumahan dan belum termasuk Bansos. Ini menandakan bahwa pembangunan dilakukan serentak, baik di kota maupun di desa," urainya.
Di bidang kesehatan, tambah Bupati, sejumlah Puskesmas telah direhabilitasi dan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Plus. Sejumlah Puskesmas seperti Puskesmas Campakaloe dan Kassi-Kassi bahkan diusulkan menjadi rumah sakit tipe C.
"Kami bertekad, tidak ada lagi masyarakat tidak berobat kalau sakit hanya karena tidak punya uang," ucap Bupati seraya menambahkan, pelayanan di bidang kesehatan bahkan telah ditunjang Brigade Siaga Bencana (BSB).
Kehadiran BSB telah berdampak terhadap angka kematian ibu dan anak yang sudah nol. Satu-satunya keluhan masyarakat hanya kehadiran dokter spesialis pada hari Sabtu dan Minggu.
Pada hari-hari tersebut, dokter spesialis di Bantaeng menghilang. Karena itu, Bupati minta Direktur Rumah Sakit Anwar Makkatutu untuk mendisiplinkan para dokter mulai Januari 2012.
"Saya minta, mulai 2012 tidak boleh lagi rumah sakit kita kosong dari dokter spesialis agar tidak ada lagi keluhan masyarakat di bidang kesehatan, terutama dokter bedah dan kandungan," urainya.
Masalah pelayanan juga jangan dipersulit hanya karena masalah administrasi sebab administrasi bisa berjalan seiring pelayanan, ujar Bupati seraya mengemukakan penghargaan di bidang pelayanan kesehatan yang sudah menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Sehat Nasional.
Menyinggung mengenai kebersihan, Bupati Bantaeng mengatakan, Kepala Desa, Lurah dan Camat hendaknya tidak menggantungkan masalah kebersihan kepada Dinas Kebersihan dan Bapedalda, melainkan harus sinergi menyadarkan masyarakat terhadap masalah kebersihan.
"Bila teryata ada Kades, Lurah atau Camat yang tidak mendukung bidang kebersihan, terpaksa kita mencari gantinya. Kita tidak bisa maju bila aparat bersikap apatis," tuturnya.
Bupati juga minta para Kades menggunakan ADD-nya untuk membeli mesin pemotong rumput agar Kades dapat mengajak jajarannya membenahi tanaman liar serta menanam pohon.
Di bidang pertanian, lanjut Bupati, sudah hampir semua pelosok telah dibuka kantong-kantong produksinya, termasuk potensi air yang dimiliki. Bahkan potensi air sungai Batu Massong segera difungsikan untuk masyarakat Layoa di Kecamatan Gantarangkeke dan Pajukukang.
Bila air sungai ini sudah mengalir, angka kemiskinan yang masih 10 persen dipastikan akan turun karena lahan tadah hujan akan berubah menjadi lahan produktif. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK memeriksa enam saksi untuk mendalami proses audit keuangan oleh BPK Sulsel
24 July 2022 10:00 WIB, 2022
KPK amankan dokumen laporan keuangan saat geledah kantor Dinas PUTR dan BPK Sulsel
22 July 2022 18:11 WIB, 2022
KPK sidik kasus dugaan suap terkait Laporan Keuangan Pemprov Sulsel TA 2020
22 July 2022 13:22 WIB, 2022
DPRD umumkan pengangkatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel defenitif
24 January 2022 19:14 WIB, 2022
Nurdin Abdullah tak ajukan banding terhadap putusan vonis PN Tipikor Makassar
06 December 2021 20:42 WIB, 2021
Pakar sebut Parpol kesulitan tentukan kandidat wakil gubernur Sulsel
02 December 2021 20:03 WIB, 2021