Wamendag: Implentasi Permendag soal HET minyak goreng perlu dukungan semua pihak
Selasa, 1 Maret 2022 10:15 WIB
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga (kiri) meninjau Pasar Puja Bahari dan Pasar Bida Trade Centre (BTC) di Kota Batam. (Antara/HO/Kemendag)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan implementasi Permendag No 6/2022 mengenai harga eceran tertinggi untuk tiga jenis minyak goreng hanya akan terlaksana dengan baik jika didukung oleh semua pihak.
Sejumlah pihak tersebut, lanjut Wamendag dalam keterangannya di Jakarta, Selasa yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha atau produsen minyak goreng, distributor maupun pedagang.
"Pengusaha dari tingkat produsen, distributor hingga pedagang memegang peran penting karena mereka yang memegang rantai pasok semua produk termasuk minyak goreng," katanya saat melakukan kunjungan ke Pasar Puja Bahari dan Pasar Bida Trade Centre (BTC) di kota Batam.
Sementara Pemerintah mulai dari Pemertintah Kota, Pemerintah Provinsi hingga Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi dan berbagai upaya untuk di sektor regulasi dan pengawasan.
Terkait kunjungannya ke dua pasar di Kota Batam, Wamendag mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja sama semua pihak sehingga pasokan minyak goreng di Batam terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Menurut dia, minyak goreng di kota Batam mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi yang mana untuk minyak goreng kemasan tipe premium dijual dengan harga Rp14.000 setiap liter. Dua tipe minyak goreng lain, yaitu tipe kemasan biasa dan tipe curah juga dijual dengan mengikuti ketentuan mengenai harga eceran tertinggi.
Secara keseluruhan Jerry melihat sistem rantai pasok minyak goreng di Kota Batam sudah berjalan dengan sangat baik, di pasar rakyat maupun pasar modern.
Te"ntu ada beberapa tantangan, tetapi secara keseluruhan saya kira sudah baik. Saya sudah mendengar beberapa kemungkinan perbaikan dan kami siap untuk berkoordinasi lintas kementerian nanti agar perbaikan itu bisa terwujud," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, sektor perdagangan di Batam bisa terus dikembangkan apalagi banyak juga warga Singapura yang berbelanja kebutuhan sehari-hari ke Batam. Untuk itu ketersediaan fasilitas dan suplai barang harus terus dijaga.
"Kita berharap pasar di Kota Batam makin nyaman bagi siapa saja yang berbelanja, baik penduduk kota Batam maupun warga Singapura. Dengan demikian pedagang-pedagang akan makin sejahtera dan Batam bisa lebih berkontribusi kepada perekonomian pulau-pulau di sekitarnya,” katanya.
Sejumlah pihak tersebut, lanjut Wamendag dalam keterangannya di Jakarta, Selasa yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha atau produsen minyak goreng, distributor maupun pedagang.
"Pengusaha dari tingkat produsen, distributor hingga pedagang memegang peran penting karena mereka yang memegang rantai pasok semua produk termasuk minyak goreng," katanya saat melakukan kunjungan ke Pasar Puja Bahari dan Pasar Bida Trade Centre (BTC) di kota Batam.
Sementara Pemerintah mulai dari Pemertintah Kota, Pemerintah Provinsi hingga Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi dan berbagai upaya untuk di sektor regulasi dan pengawasan.
Terkait kunjungannya ke dua pasar di Kota Batam, Wamendag mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja sama semua pihak sehingga pasokan minyak goreng di Batam terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Menurut dia, minyak goreng di kota Batam mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi yang mana untuk minyak goreng kemasan tipe premium dijual dengan harga Rp14.000 setiap liter. Dua tipe minyak goreng lain, yaitu tipe kemasan biasa dan tipe curah juga dijual dengan mengikuti ketentuan mengenai harga eceran tertinggi.
Secara keseluruhan Jerry melihat sistem rantai pasok minyak goreng di Kota Batam sudah berjalan dengan sangat baik, di pasar rakyat maupun pasar modern.
Te"ntu ada beberapa tantangan, tetapi secara keseluruhan saya kira sudah baik. Saya sudah mendengar beberapa kemungkinan perbaikan dan kami siap untuk berkoordinasi lintas kementerian nanti agar perbaikan itu bisa terwujud," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, sektor perdagangan di Batam bisa terus dikembangkan apalagi banyak juga warga Singapura yang berbelanja kebutuhan sehari-hari ke Batam. Untuk itu ketersediaan fasilitas dan suplai barang harus terus dijaga.
"Kita berharap pasar di Kota Batam makin nyaman bagi siapa saja yang berbelanja, baik penduduk kota Batam maupun warga Singapura. Dengan demikian pedagang-pedagang akan makin sejahtera dan Batam bisa lebih berkontribusi kepada perekonomian pulau-pulau di sekitarnya,” katanya.
Pewarta : Subagyo
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo heran Indonesia produksi sawit terbesar dunia tapi minyak langka
15 August 2025 14:29 WIB
Truk kontainer terbalik di jalan Ap Pettarani Makassar tumpahkan minyak goreng di jalan
24 October 2024 18:53 WIB, 2024
Program TJSL PLN UIP Sulawesi jadikan Desa Lampoko raih Desa Mandiri Pangan
16 October 2024 7:28 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB