Harga minyak naik di Asia setelah UE larang sebagian besar impor dari Rusia
Selasa, 31 Mei 2022 9:29 WIB
Ilustrasi - Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di Laut Utara, sekitar 100 mill dari Aberdeen Skotlandia. ANTARA/REUTERS/Andy Buchanan/aa.
Singapura (ANTARA) - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Selasa pagi, setelah para pemimpin Uni Eropa mengatakan mereka telah sepakat untuk memotong 90 persen impor minyak dari Rusia pada akhir tahun ini.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, yang akan berakhir pada Selasa, naik 63 sen menjadi diperdagangkan di 122,30 dolar AS per barel pada pukul 00.12 GMT.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan pada 117,65 dolar AS per barel, terangkat 2,58 dolar AS dari penutupan Jumat (27/5/2022). Tidak ada penyelesaian transaksi pada Senin (30/5/2022) karena hari libur umum AS.
Larangan minyak Rusia diperkirakan akan memperketat pasar minyak mentah global yang telah menghadapi kendala pasokan di tengah pemulihan permintaan pasca-pandemi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, yang akan berakhir pada Selasa, naik 63 sen menjadi diperdagangkan di 122,30 dolar AS per barel pada pukul 00.12 GMT.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan pada 117,65 dolar AS per barel, terangkat 2,58 dolar AS dari penutupan Jumat (27/5/2022). Tidak ada penyelesaian transaksi pada Senin (30/5/2022) karena hari libur umum AS.
Larangan minyak Rusia diperkirakan akan memperketat pasar minyak mentah global yang telah menghadapi kendala pasokan di tengah pemulihan permintaan pasca-pandemi.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB