Makassar (ANTARA) - Sebanyak 24 bupati dan wali kota di Provinsi Sulawesi Selatan diagendakan menjemput dan ikut menjamu para peserta Kirab Pelajar Sulsel dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Selatan yang ke-353 tahun, 4-15 Oktober 2022.

Kepalal Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad di Makassar, Selasa mengatakan 10 siswa terpilih dari setiap kabupaten/kota, akan mulai melakukan kirab pada hari ini dan selanjutnya dijamu pemimpin daerah yang disinggahi.

"Peserta Kirab Pelajar Sulsel hari ini dimulai dari Kabupaten Luwu Timur. Mereka akan bergerak ke daerah tetangga seperti Luwu dan setibanya disana akan dijamu Bupati. Setelah itu, mereka pulang dan dilanjutkan estafet peserta kirab peserta Luwu ke daerah tetangga lainnya (serute)," ujarnya.

Kirab Pelajar Andalan Sulsel akan dibagi menjadi beberapa rute, antara lain Rute Andalan 1 (Timur) yang meliputi Bone - Soppeng - Maros - Makassar, Rute Andalan 2 (Utara) yang meliputi Luwu Timur -Luwu- Luwu Utara - Palopo - Soppeng - Wajo - Sidrap - Parepare - Barru - Pangkep - Maros - Makassar.

Selanjutnya Rute Andalan 3 (Barat) meliputi Torut - Toraja - Enrekang - Pinrang/Sidrap - Parepare - Barru - Pangkep - Maros - Makassar, serta Rute Andalan 4 (Selatan) yang meliputi Sinjai - Selayar - Bulukumba - Jeneponto - Bantaeng - Takalar - Gowa - Makassar.

"Jadi para bupati dan walikota akan menjamu para peserta kirab saat tiba di daerahnya masing-masing. Selanjutnya seluruh peserta kirab dari 24 kabupaten akan berkumpul bersama di Lapangan Karebosi Makassar, 15 Oktober 2022.

Selain 10 duta kirab pelajar, acara ini juga akan menghadirkan para ketua OSIS di 24 kabupaten/kota se-sulsel. Pihaknya memprediksi sekitar 500 pelajar yang akan berkumpul untuk berikrar di Makassar.

Mengenai kegiatan ini, merupakann upaya untuk merajut kembali ikatan primordial yang mulai longgar akibat terjadi pergeseran nilai masyarakat Sulsel, khususnya anak bangsa pelajar andalan di Sulsel.

"Ini menjadi penting di tengah maraknya tawuran dan perundungan siswa serta kekerasan dalam dunia pendidikan. Sehingga, Disdik Sulsel melakukan suatu pendekatan cerdas. Ini juga merupakan terobosan positif dari Pemprov Sulsel, karena event ini merupakan yang pertama di Indonesia” katanya.