Bea Cukai Sulbagsel mendorong ekspor komoditi UMKM
Rabu, 5 Oktober 2022 18:08 WIB
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan Nugroho Wahyu Utomo. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah
Makassar (ANTARA) - Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan turut mendorong ekspor berbagai komoditi dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Sulawesi Selatan sebagai upaya meningkatkan perekonomian.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan Nugroho Wahyu Utomo mengemukakan bahwa Bea Cukai memacu para UKM agar bisa ekspor yang dinilai sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara langsung. Sebab, dengan melakukan ekspor, UMKM bisa menjual produknya di dunia internasional.
"Biasanya lebih tinggi harganya, sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang lebih baik," ujar Nugroho di Makassar, Sulsel, Rabu.
"Kemudian juga yang paling penting saat kita bisa mengekspor itu ada keuntungan berupa devisa negara, ini sangat kita butuhkan untuk internasional," tambah dia.
Nugroho mengungkapkan bahwa saat ini, Sulawesi selatan menjadi daerah penyumbang devisa (surplus) paling besar di Indonesia.
Kemudian terkait peningkatan ekonomi nasional, kata Nugroho, dibutuhkan kolaborasi bersama, seperti dari perpajakan, perbendaharaan dan perbankan serta pihak lainnya. Terlebih di masa pemulihan ekonomi pasca didera pandemi COVID-19.
"Oleh karena itu kita terus meningkatkan kerjasama dan berkolaborasi dengan para stakeholders di Sulawesi Selatan untuk bisa meningkatkan ekspor khususnya dari UMKM," kata dia.
Selama ini, Bea Cukai juga telah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM. Dimulai dari pembiayaan, akurasi barang, cara mengurus ekspor dengan baik.
"Alhamdulillah sudah ada UMKM yang menggerakkan ekspor ini, peminat cukup tinggi dan ternyata produk kita juga cukup digemari oleh pasar global," ujarnya.
Tahun lalu, kata Nugroho, Bea Cukai Sulbagsel mencatat telah mengumpulkan lebih dari 25 juta dolar Amerika, khusus dari pelaku UMKM.
"Tahun ini sudah cukup tinggi juga, data terakhir lebih dari 20 juta dolar Amerika dan ini produk perikanan, gula cair atau pertanian. Itu cukup tinggi dan memang kelasnya UMKM," kata dia.
UMKM ini yang memperoleh pendampingan oleh Bea Cukai hingga pengurusan izin sehingga bisa mengekspor dengan baik.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan Nugroho Wahyu Utomo mengemukakan bahwa Bea Cukai memacu para UKM agar bisa ekspor yang dinilai sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara langsung. Sebab, dengan melakukan ekspor, UMKM bisa menjual produknya di dunia internasional.
"Biasanya lebih tinggi harganya, sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang lebih baik," ujar Nugroho di Makassar, Sulsel, Rabu.
"Kemudian juga yang paling penting saat kita bisa mengekspor itu ada keuntungan berupa devisa negara, ini sangat kita butuhkan untuk internasional," tambah dia.
Nugroho mengungkapkan bahwa saat ini, Sulawesi selatan menjadi daerah penyumbang devisa (surplus) paling besar di Indonesia.
Kemudian terkait peningkatan ekonomi nasional, kata Nugroho, dibutuhkan kolaborasi bersama, seperti dari perpajakan, perbendaharaan dan perbankan serta pihak lainnya. Terlebih di masa pemulihan ekonomi pasca didera pandemi COVID-19.
"Oleh karena itu kita terus meningkatkan kerjasama dan berkolaborasi dengan para stakeholders di Sulawesi Selatan untuk bisa meningkatkan ekspor khususnya dari UMKM," kata dia.
Selama ini, Bea Cukai juga telah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM. Dimulai dari pembiayaan, akurasi barang, cara mengurus ekspor dengan baik.
"Alhamdulillah sudah ada UMKM yang menggerakkan ekspor ini, peminat cukup tinggi dan ternyata produk kita juga cukup digemari oleh pasar global," ujarnya.
Tahun lalu, kata Nugroho, Bea Cukai Sulbagsel mencatat telah mengumpulkan lebih dari 25 juta dolar Amerika, khusus dari pelaku UMKM.
"Tahun ini sudah cukup tinggi juga, data terakhir lebih dari 20 juta dolar Amerika dan ini produk perikanan, gula cair atau pertanian. Itu cukup tinggi dan memang kelasnya UMKM," kata dia.
UMKM ini yang memperoleh pendampingan oleh Bea Cukai hingga pengurusan izin sehingga bisa mengekspor dengan baik.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satpol PP Sulbar sosialisasi soal penegakan perda peredaran rokok ilegal di Pasangkayu
17 January 2026 4:53 WIB
Menkeu Purbaya bakal terapkan denda kepada importir pakaian dan tas bekas ilegal
22 October 2025 13:42 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Jelang Lebaran, Mendag maksimalkan sistem pemantauan pasar kendalikan harga pangan
04 March 2026 18:36 WIB
Mendag fokus perkuat konsumsi domestik antisipasi dampak kondisi Timur Tengah
04 March 2026 15:15 WIB