Bupati Luwu Utara siap mengawal program PKK Sulsel
Minggu, 5 November 2023 13:03 WIB
Bupati Lutra Indah Putri Indriani (kanan) bersama Pj Ketua PKK Sulsel Sofha Marwah bertemu bahas program prioritas khususnya stunting dan kemiskinan ekstrem.ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, siap mengawal program PKK Sulsel, dan program pemerintah provinsi (Pemprov) yang dititipkan melalui PKK, termasuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Indah dalam keterangannya di Makassar, Minggu, mengatakan, Pemkab Luwu Utara memiliki kurang lebih 5 000 dasawisma yang dipastikan keaktifannya.
"Jika ini berfungsi, maka target pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem bisa dicapai. PKK punya kekuatan sampai ke tingkat bawah. Dasawisma kami sangat aktif, bahkan melaksanakan Jambore setiap tahunnya," ujar Indah saat menerima kunjungan Pj Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah Bahtiar, di Rumah Jabatan Bupati Lutra.
Jambore PKK Luwu Utara rencananya akan dilaksanakan di Desember 2023. Dirinya pun mengundang Pj Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah untuk hadir, sekaligus mencoba menjajal wisata paralayang di Rongkong.
"Kami undang Ibu Ketua TP PKK Sulsel untuk hadir di Jambore PKK Luwu Utara. Kami masih sementara persiapkan lokasinya, karena desa berebut untuk dijadikan tempat jambore. Dan Kami juga undang Ibu Ketua untuk mencoba paralayang di Rongkong," kata Indah, dalam pertemuan silaturahmi dan monitoring TP PKK Sulsel tersebut.
Sementara itu, Sofha Marwah dalam sambutannya mengungkapkan, stunting memang masih menjadi masalah dan "PR" (pekerjaan rumah) bersama di Sulsel.
Angkanya masih tinggi, 27 persen. Sementara, target yang diberikan pemerintah pusat adalah 14 persen. Begitupun dengan kemiskinan ekstrem.
"Bapak Pj Gubernur memprogramkan budidaya pisang hingga satu miliar pohon, untuk menangani kemiskinan ekstrem juga stunting. Semoga bisa membawa manfaat bagi masyarakat Sulsel," kata Sofha Marwah.
Dirinya kembali mengingatkan, agar hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PKK Sulsel yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, bisa menjadi acuan dalam penyusunan program kerja TP PKK Luwu Utara tahun 2024 mendatang. Tentunya, tetap diselaraskan dengan program pemerintah daerah.
"Saya sangat berharap, peran aktif TP PKK Luwu Utara beserta jajaran hingga ke tingkat desa dan kelurahan, kader-kader dasawisma, untuk bersama-sama bergerak mensukseskan 10 program pokok PKK dan Pemerintah Provinsi Sulsel," kata Sofha Marwah.
Dalam kesempatan ini, Sofha Marwah juga meninjau usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) PKK Luwu Utara dan produk IKM binaan Dekranasda Luwu Utara, yang dipamerkan di lokasi Rujab Bupati.
Di lokasi ini juga digelar sosialisasi Cegah Perkawinan Anak serta Pelatihan Operator Aplikasi Inzting (Ikhtiar Zero Stunting).
Indah dalam keterangannya di Makassar, Minggu, mengatakan, Pemkab Luwu Utara memiliki kurang lebih 5 000 dasawisma yang dipastikan keaktifannya.
"Jika ini berfungsi, maka target pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem bisa dicapai. PKK punya kekuatan sampai ke tingkat bawah. Dasawisma kami sangat aktif, bahkan melaksanakan Jambore setiap tahunnya," ujar Indah saat menerima kunjungan Pj Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah Bahtiar, di Rumah Jabatan Bupati Lutra.
Jambore PKK Luwu Utara rencananya akan dilaksanakan di Desember 2023. Dirinya pun mengundang Pj Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah untuk hadir, sekaligus mencoba menjajal wisata paralayang di Rongkong.
"Kami undang Ibu Ketua TP PKK Sulsel untuk hadir di Jambore PKK Luwu Utara. Kami masih sementara persiapkan lokasinya, karena desa berebut untuk dijadikan tempat jambore. Dan Kami juga undang Ibu Ketua untuk mencoba paralayang di Rongkong," kata Indah, dalam pertemuan silaturahmi dan monitoring TP PKK Sulsel tersebut.
Sementara itu, Sofha Marwah dalam sambutannya mengungkapkan, stunting memang masih menjadi masalah dan "PR" (pekerjaan rumah) bersama di Sulsel.
Angkanya masih tinggi, 27 persen. Sementara, target yang diberikan pemerintah pusat adalah 14 persen. Begitupun dengan kemiskinan ekstrem.
"Bapak Pj Gubernur memprogramkan budidaya pisang hingga satu miliar pohon, untuk menangani kemiskinan ekstrem juga stunting. Semoga bisa membawa manfaat bagi masyarakat Sulsel," kata Sofha Marwah.
Dirinya kembali mengingatkan, agar hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PKK Sulsel yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, bisa menjadi acuan dalam penyusunan program kerja TP PKK Luwu Utara tahun 2024 mendatang. Tentunya, tetap diselaraskan dengan program pemerintah daerah.
"Saya sangat berharap, peran aktif TP PKK Luwu Utara beserta jajaran hingga ke tingkat desa dan kelurahan, kader-kader dasawisma, untuk bersama-sama bergerak mensukseskan 10 program pokok PKK dan Pemerintah Provinsi Sulsel," kata Sofha Marwah.
Dalam kesempatan ini, Sofha Marwah juga meninjau usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) PKK Luwu Utara dan produk IKM binaan Dekranasda Luwu Utara, yang dipamerkan di lokasi Rujab Bupati.
Di lokasi ini juga digelar sosialisasi Cegah Perkawinan Anak serta Pelatihan Operator Aplikasi Inzting (Ikhtiar Zero Stunting).
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel: PKK berperan strategis tingkatkan kesejahteraan keluarga
03 December 2025 12:02 WIB
Pemprov Sulbar luncurkan bantuan pangan bergizi bagi kelompok rawan pangan
17 October 2025 14:48 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Gubernur Sulsel: Progres MYC ruas Impa--Impa Anabanua Wajo capai 90 persen
03 February 2026 12:51 WIB
RSAL Jala Ammari tangani 9 korban kecelakaan kapal nelayan di Pelabuhan Paotere
03 February 2026 10:30 WIB
Sekda Makassar: Forum Perangkat Daerah kunci sinkronisasi program kesehatan 2027
03 February 2026 10:28 WIB