Pemprov Sulteng Jamin Keamanan Pangan
Sabtu, 15 Februari 2014 20:48 WIB
Palu (ANTARA Sulsel) - Pemprov Sulawesi Tengah menjamin keamanan pangan di daerah itu sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk mengkhawatirkannya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan setempat Abdullah Kawulusan di Palu, Sabtu, mengatakan stok pangan khususnya beras yang masih dikuasai pemerintah saat ini, termasuk Bulog dijamin mencukupi kebutuhan.
Bahkan, katanya, Bulog Sulteng melaporkan masih memiliki stok beras di gudang sebanyak 25 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan.
Selain beras sebagai makanan pokok masyarakat, Sulteng juga memiliki keanekaragaman makanan alternatif nonberas seperti jagung, sagu, umbi-umbian dan pisang.
Meski pada musim panen 2012 produksi padi Sulteng mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan.
Data Dinas Pertanian Sulteng menyebutkan produksi padi Sulteng pada 2013 sebanyak 1,3 juta ton dan musim panen (MP) 2014 ini diharapkan bisa meningkat lagi.
Menyangkut harga beras di pasaran, Abdullah mengatakan cukup stabil karena ada keseimbangan antara stok dengan permintaan.
Selama ini distribusi beras ke pasar-pasar tradisional di tingkat provinsi sampai kabupaten dan kecamatan di seluruh wilayah Sulteng berjalan lancar.
Meski di beberapa daerah di Sulteng sepanjang Desember 2013 dan Januari 2014 terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor, namun suplai beras dan kebutuhan masyarakat lainnya dari sentra-sentra produksi berjalan lancar.
Pantauan di tiga pasar tradisional di Kota Palu, harga beras kualitas medium seperti IR-20 dan C-4 berkisar Rp7.500,00 per kilogram.
Beras kualitas terbaik (beras premium) berkisar Rp9.000,00 sampai Rp10.000,00 per kilogram.
Kepala Perum Bulog Sulteng Mar'uf membenarkan masih punya stok beras di gudang untuk kebutuhan hingga tujuh bulan mendatang.
Stok beras yang dikuasai Bulog merupakan hasil pengadaan musim panen 2013. Bulog selain menyalurkan beras kepada warga miskin, juga korban bencana alam dan mendukung kegiatan operasi stabilisasi pasar jika terjadi gejolak harga beras di pasaran. Rolex Malaha
Kepala Badan Ketahanan Pangan setempat Abdullah Kawulusan di Palu, Sabtu, mengatakan stok pangan khususnya beras yang masih dikuasai pemerintah saat ini, termasuk Bulog dijamin mencukupi kebutuhan.
Bahkan, katanya, Bulog Sulteng melaporkan masih memiliki stok beras di gudang sebanyak 25 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan.
Selain beras sebagai makanan pokok masyarakat, Sulteng juga memiliki keanekaragaman makanan alternatif nonberas seperti jagung, sagu, umbi-umbian dan pisang.
Meski pada musim panen 2012 produksi padi Sulteng mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan.
Data Dinas Pertanian Sulteng menyebutkan produksi padi Sulteng pada 2013 sebanyak 1,3 juta ton dan musim panen (MP) 2014 ini diharapkan bisa meningkat lagi.
Menyangkut harga beras di pasaran, Abdullah mengatakan cukup stabil karena ada keseimbangan antara stok dengan permintaan.
Selama ini distribusi beras ke pasar-pasar tradisional di tingkat provinsi sampai kabupaten dan kecamatan di seluruh wilayah Sulteng berjalan lancar.
Meski di beberapa daerah di Sulteng sepanjang Desember 2013 dan Januari 2014 terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor, namun suplai beras dan kebutuhan masyarakat lainnya dari sentra-sentra produksi berjalan lancar.
Pantauan di tiga pasar tradisional di Kota Palu, harga beras kualitas medium seperti IR-20 dan C-4 berkisar Rp7.500,00 per kilogram.
Beras kualitas terbaik (beras premium) berkisar Rp9.000,00 sampai Rp10.000,00 per kilogram.
Kepala Perum Bulog Sulteng Mar'uf membenarkan masih punya stok beras di gudang untuk kebutuhan hingga tujuh bulan mendatang.
Stok beras yang dikuasai Bulog merupakan hasil pengadaan musim panen 2013. Bulog selain menyalurkan beras kepada warga miskin, juga korban bencana alam dan mendukung kegiatan operasi stabilisasi pasar jika terjadi gejolak harga beras di pasaran. Rolex Malaha
Pewarta : Oleh Anas Masa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulteng pelajari aplikasi Inzting zpemprov Sulsel tangani stunting
13 December 2024 11:19 WIB, 2024
Mendagri ingatkan semua pihak tidak terlena dengan turunnya kasus COVID-19
24 September 2021 20:18 WIB, 2021
Pemprov Sulbar minta pusat selesaikan masalah perbatasan dengan Sulteng
16 September 2021 23:18 WIB, 2021
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Antisipasi kekeringan, BPBD Makassar telah distribusikan air bersih 3 juta liter
15 September 2026 13:20 WIB