Pelita Air segera mendatangkan tiga pesawat dukung rute baru tahun ini
Senin, 8 Juli 2024 15:40 WIB
Direktur Niaga PT Pelita Air Service Asa Perkasa ditemui usai penandatanganan kerja sama dengan ITDC di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (8/7/2024). ANTARA/Maria Cicilia Galuh.
Jakarta (ANTARA) - PT Pelita Air Service berencana mendatangkan tiga armada pesawat baru guna menambah rute penerbangan pada tahun ini.
Direktur Niaga PT Pelita Air Service Asa Perkasa mengatakan, saat ini maskapai kelas medium tersebut hanya memiliki 12 rute penerbangan di seluruh Indonesia. Namun, beberapa kota besar seperti Medan dan Makassar belum terjangkau oleh Pelita lantaran masih kekurangan pesawat.
"Jadi dari 11, harapan kita tahun ini bisa menjadi 14 pesawat. Tentunya dengan kondisi sekarang apakah datangnya on time atau tidak, itu juga challengging buat kita karena sekarang ini hampir semua airlines membutuhkan itu jadi agak rebutan," ujar Asa di Jakarta, Senin.
Asa menyampaikan, tiga pesawat berjenis Airbus A320 tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk rute seperti Medan, Makassar serta Lombok.
Ia berharap, armada tersebut bisa datang sebelum September 2024 agar bisa mengakomodir penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berlangsung pada akhir September 2024.
"Saat pesawat itu ada, mungkin kita akan prioritaskan untuk terbang ke kota-kota tersebut. Tentunya targetnya Lombok tahun ini, saya juga belum pastikan di bulan apa kita bisa, mudah-mudahan pesawat ke-12 segera datang untuk bisa mendukung penerbangan ke Lombok," kata Asa.
Lebih lanjut, Asa menyampaikan, saat ini Bali sudah menjadi rute penerbangan favorit. Dalam sehari, Pelita bisa melakukan sebanyak dua hingga tiga kali.
Selain itu, rute ke Balikpapan, Kalimantan Timur dan Pekanbaru, Riau juga menjadi tujuan penerbangan yang paling diminati.
"Bali cukup favorit, artinya kami sudah bisa mengumpulkan keuntungan lah di rute itu. Selain itu, Balikpapan dan Pekanbaru itu punya kontribusi besar terhadap Pelita, Balikpapan kita terbang tiga kali sehari, dari Balikpapan juga kita sudah punya rute ke Surabaya dan ke Jogja," ujar Asa.
Direktur Niaga PT Pelita Air Service Asa Perkasa mengatakan, saat ini maskapai kelas medium tersebut hanya memiliki 12 rute penerbangan di seluruh Indonesia. Namun, beberapa kota besar seperti Medan dan Makassar belum terjangkau oleh Pelita lantaran masih kekurangan pesawat.
"Jadi dari 11, harapan kita tahun ini bisa menjadi 14 pesawat. Tentunya dengan kondisi sekarang apakah datangnya on time atau tidak, itu juga challengging buat kita karena sekarang ini hampir semua airlines membutuhkan itu jadi agak rebutan," ujar Asa di Jakarta, Senin.
Asa menyampaikan, tiga pesawat berjenis Airbus A320 tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk rute seperti Medan, Makassar serta Lombok.
Ia berharap, armada tersebut bisa datang sebelum September 2024 agar bisa mengakomodir penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berlangsung pada akhir September 2024.
"Saat pesawat itu ada, mungkin kita akan prioritaskan untuk terbang ke kota-kota tersebut. Tentunya targetnya Lombok tahun ini, saya juga belum pastikan di bulan apa kita bisa, mudah-mudahan pesawat ke-12 segera datang untuk bisa mendukung penerbangan ke Lombok," kata Asa.
Lebih lanjut, Asa menyampaikan, saat ini Bali sudah menjadi rute penerbangan favorit. Dalam sehari, Pelita bisa melakukan sebanyak dua hingga tiga kali.
Selain itu, rute ke Balikpapan, Kalimantan Timur dan Pekanbaru, Riau juga menjadi tujuan penerbangan yang paling diminati.
"Bali cukup favorit, artinya kami sudah bisa mengumpulkan keuntungan lah di rute itu. Selain itu, Balikpapan dan Pekanbaru itu punya kontribusi besar terhadap Pelita, Balikpapan kita terbang tiga kali sehari, dari Balikpapan juga kita sudah punya rute ke Surabaya dan ke Jogja," ujar Asa.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemarau ekstrem, Disdamkarmat Makassar kerahkan 60 armada distribusi air bersih
18 April 2026 5:23 WIB
Pemerintah apresiasi Polri identifikasi penyiram air keras ke Andrie Yunus, ada empat terduga
18 March 2026 20:08 WIB