46 anak ikut khitanan massal di Rumah Zakat Sulsel
Senin, 8 Juli 2024 19:58 WIB
Khitanan Massal yang digelar Rumah Zakat Sulsel di Makassar, Senin (08/07/2024). ANTARA/HO-Panitia Rumah Zakat.
Makassar (ANTARA) - Sebanyak 46 anak dari kalangan keluarga prasejahtera mengikuti khitanan massal yang digelar oleh Rumah Zakat Sulawesi Selatan di Makassar.
Branch Manager Rumah Zakat Sulawesi Selatan Amir di Makassar Senin mengatakan, dengan adanya kegiatan khitanan massal ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang membutuhkan, dan memberikan pengalaman positif bagi anak-anak peserta.
"Kita berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi anak-anak dan keluarga mereka, serta membantu meningkatkan kesehatan dan kebersihan anak-anak di wilayah Sulawesi Selatan," katanya.
Amir menyebutkan bahwa kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang turut berpartisipasi, termasuk para donatur dan relawan yang berperan aktif dalam menyukseskan acara.
"Rumah Zakat Sulsel mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, dan berharap dapat terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang untuk memberikan manfaat yang lebih luas lagi kepada masyarakat," ujarnya.
Dokter penanggungjawab kegiatan, dr Annisa menjelaskan pentingnya prosedur khitanan dan memberikan panduan bagi anak-anak serta orang tua mereka.
Proses khitanan dilaksanakan dengan memanggil satu per satu peserta, melibatkan lima operator dan asisten operator untuk memastikan kegiatan itu berlangsung cepat dan efisien.
Sebanyak 15 anggota tim medis, termasuk dokter dan perawat, turut serta dalam kegiatan ini.
Setelah dikhitan, peserta diberikan obat-obatan dengan penjelasan aturan minum oleh asisten apoteker, celana sunat, bingkisan perlengkapan sekolah, dan uang saku.
"Terima kasih Rumah Zakat," kata Muhammad Alif Ramadan, salah satu peserta yang berusia 12 tahun.
Tidak hanya khitanan, Rumah Zakat Sulsel juga menyelenggarakan sesi edukasi kesehatan untuk para orang tua dan anak-anak yang hadir.
Sesi tersebut mencakup informasi mengenai perawatan pasca-khitanan, pentingnya menjaga kebersihan, dan tips kesehatan lainnya yang bermanfaat bagi anak-anak.
Branch Manager Rumah Zakat Sulawesi Selatan Amir di Makassar Senin mengatakan, dengan adanya kegiatan khitanan massal ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang membutuhkan, dan memberikan pengalaman positif bagi anak-anak peserta.
"Kita berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi anak-anak dan keluarga mereka, serta membantu meningkatkan kesehatan dan kebersihan anak-anak di wilayah Sulawesi Selatan," katanya.
Amir menyebutkan bahwa kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang turut berpartisipasi, termasuk para donatur dan relawan yang berperan aktif dalam menyukseskan acara.
"Rumah Zakat Sulsel mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, dan berharap dapat terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang untuk memberikan manfaat yang lebih luas lagi kepada masyarakat," ujarnya.
Dokter penanggungjawab kegiatan, dr Annisa menjelaskan pentingnya prosedur khitanan dan memberikan panduan bagi anak-anak serta orang tua mereka.
Proses khitanan dilaksanakan dengan memanggil satu per satu peserta, melibatkan lima operator dan asisten operator untuk memastikan kegiatan itu berlangsung cepat dan efisien.
Sebanyak 15 anggota tim medis, termasuk dokter dan perawat, turut serta dalam kegiatan ini.
Setelah dikhitan, peserta diberikan obat-obatan dengan penjelasan aturan minum oleh asisten apoteker, celana sunat, bingkisan perlengkapan sekolah, dan uang saku.
"Terima kasih Rumah Zakat," kata Muhammad Alif Ramadan, salah satu peserta yang berusia 12 tahun.
Tidak hanya khitanan, Rumah Zakat Sulsel juga menyelenggarakan sesi edukasi kesehatan untuk para orang tua dan anak-anak yang hadir.
Sesi tersebut mencakup informasi mengenai perawatan pasca-khitanan, pentingnya menjaga kebersihan, dan tips kesehatan lainnya yang bermanfaat bagi anak-anak.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB