Mamuju (ANTARA) - Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta untuk memperkuat pengelolaan zakat untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di daerah itu.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka di Mamuju, Minggu, mengatakan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan Pemprov Sulbar mesti dioptimalkan karena bermanfaat mendukung pembangunan di daerah itu.
Ia mengatakan Baznas Sulbar memperkuat kinerja pengelolaan ZIS sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan lembaga itu kuat dalam mengelola ZIS sehingga berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan di daerah.
"Peran Baznas Sulbar sangat strategis karena anggaran zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dapat digunakan dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah, dan stunting yang masih tinggi," katanya.
Dia menyebut sekitar 1,7 persen angka kemiskinan ekstrem serta 48 ribu orang angka anak putus sekolah maupun penderita yang mencapai 30,3 persen di Sulbar dapat diatasi dengan pengelolaan ZIS.
Dia mengatakan Pemprov Sulbar juga akan terus meningkatkan kinerja Baznas setempat dalam melakukan optimalisasi penerimaan ZIS.
"Saya sebagai gubernur dan pemimpin di Sulbar akan menjadi contoh dan teladan yang baik bagi seluruh aparatur negara (ASN) di Sulbar agar selalu taat dalam menunaikan kewajiban membayar zakat, infak, dan sedekah," katanya.
Ia berharap ASN Sulbar dapat menunaikan ZIS karena bernilai pahala dan mendukung pembangunan di Sulbar.
Pengumpulan ZIS di Sulbar ditargetkan Rp3,3 miliar setiap tahun.