"Smart City" Makassar Diklaim Lebih Maju
Jumat, 5 September 2014 20:57 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengklaim jika program "Smart City" yang diterapkannya di kota ini lebih maju dari kota-kota lainnya seperti Bandung.
"Gagasan `Smart City` ini sudah saya paparkan beberapa waktu lalu saat World City Summit dihadapan para wali kota dunia dan saat itu saya masih menjadi konsultan tata ruang wali kota sebelumnya," jelasnya saat didatangi sejumlah mahasiswa asal Universitasi Osaka, Jepang di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, penerapan "Smart City" telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah kota-kota terkemuka di Indonesia terutama dalam memaksimalkan pelayanan dan mempermudah segala urusan masyarakat.
Setelah dirinya dilantik menjadi wali kota pada 8 Mei 2014, sejam kemudian dirinya bersama Chief Executif Microsoft kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam membangun dan mengintegrasikan Makassar dengan daerah lainnya dalam bentuk "Smart City".
Bahkan belum empat bulan memimpin, dia dengan tegas menyatakan jika penerapan konsep `Smart City` di kota ini telah menunjukkan kemajuan yang begitu pesat dan disebut selangkah lebih maju dari Kota Banndung yang juga menerapkan konsep yang sama.
"Tidak benar kalau kita disebut mengadopsi konsep `Smart City` dari Bandung karena kenyataannya kita sudah selangkah lebih maju darinya dan konsep ini sudah saya paparkan dihadapan para wali kota dunia, beberapa tahun lalu," ucapnya.
Kehadiran dua Mahasiswa dari negeri Sakura ini bertujuan melakukan penelitian terkait reklamasi berbasis mitigasi bencana di kawasan pesisir pantai Makassar.
Selain itu, mereka juga menawarkan GPS yang dipasangi di tiap-tiap kendaraan yang bisa memantau lokasi kemacetan lalu lintas sehingga memudahkan pengguna jalan lainnya.
Wali kota juga mengaku siap membantu para mahasiswa asal Jepang ini untuk studi khusus biota laut, gelombang, trumbu karang, maupun reaklamasi pantai berbasis mitigasi.
Mantan konsultan tata ruang ini bahkan mengaku memiliki data ril yang lebih legkap berbasis penelitian. Akan tetapi Danny langsung menolak sistem GPS yang ditawarkan.
"Makassar ini sudah menerapkan Smart City, sistem memantau kemacetan, sistem pembayaran parkir, kantin sekolah, itu sudah on the track semua. Kita sudah punya semua itu," tambah Danny.
Ia juga memperlihatkan Makassar Smart Card yang bisa dipakai untuk kepentingan pengurusan pemerintahan dan alat pembayaran berbagai keperluan. Agus Setiawan
"Gagasan `Smart City` ini sudah saya paparkan beberapa waktu lalu saat World City Summit dihadapan para wali kota dunia dan saat itu saya masih menjadi konsultan tata ruang wali kota sebelumnya," jelasnya saat didatangi sejumlah mahasiswa asal Universitasi Osaka, Jepang di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, penerapan "Smart City" telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah kota-kota terkemuka di Indonesia terutama dalam memaksimalkan pelayanan dan mempermudah segala urusan masyarakat.
Setelah dirinya dilantik menjadi wali kota pada 8 Mei 2014, sejam kemudian dirinya bersama Chief Executif Microsoft kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam membangun dan mengintegrasikan Makassar dengan daerah lainnya dalam bentuk "Smart City".
Bahkan belum empat bulan memimpin, dia dengan tegas menyatakan jika penerapan konsep `Smart City` di kota ini telah menunjukkan kemajuan yang begitu pesat dan disebut selangkah lebih maju dari Kota Banndung yang juga menerapkan konsep yang sama.
"Tidak benar kalau kita disebut mengadopsi konsep `Smart City` dari Bandung karena kenyataannya kita sudah selangkah lebih maju darinya dan konsep ini sudah saya paparkan dihadapan para wali kota dunia, beberapa tahun lalu," ucapnya.
Kehadiran dua Mahasiswa dari negeri Sakura ini bertujuan melakukan penelitian terkait reklamasi berbasis mitigasi bencana di kawasan pesisir pantai Makassar.
Selain itu, mereka juga menawarkan GPS yang dipasangi di tiap-tiap kendaraan yang bisa memantau lokasi kemacetan lalu lintas sehingga memudahkan pengguna jalan lainnya.
Wali kota juga mengaku siap membantu para mahasiswa asal Jepang ini untuk studi khusus biota laut, gelombang, trumbu karang, maupun reaklamasi pantai berbasis mitigasi.
Mantan konsultan tata ruang ini bahkan mengaku memiliki data ril yang lebih legkap berbasis penelitian. Akan tetapi Danny langsung menolak sistem GPS yang ditawarkan.
"Makassar ini sudah menerapkan Smart City, sistem memantau kemacetan, sistem pembayaran parkir, kantin sekolah, itu sudah on the track semua. Kita sudah punya semua itu," tambah Danny.
Ia juga memperlihatkan Makassar Smart Card yang bisa dipakai untuk kepentingan pengurusan pemerintahan dan alat pembayaran berbagai keperluan. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Walikota Makassar bersama Dubes Kuwait bahas potensi kerja sama lintas sektor
06 December 2025 6:28 WIB
3.500 pelari di Makassar dan sekitarnya meriahkan Milo Activ Indonesia Race
27 April 2025 21:01 WIB, 2025
Pj Gubernur Sulsel tekankan pentingnya pembangunan pendidikan di Parepare
19 June 2024 13:07 WIB, 2024
Pj Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar tinjau GPM di sejumlah lokasi
17 March 2024 16:31 WIB, 2024
17 armada Kapal Perang Asing berlabuh di Laut Makassar meriahkan MNEK 2023
05 June 2023 20:59 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Perkuat keterampilan, PBK Batch 4 Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Jeneponto
10 September 2026 11:37 WIB