Parepare Siap Jadi Pusat Pengembangan Tenun Sutera
Jumat, 26 September 2014 8:15 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemilik Fine Art Limaran Batik Tenun Sutera Indonesia Insana Ilham Habibie menyatakan, siap menjadikan Kota Parepare sebagai pusat tenun sutera khas Sulawesi Selatan.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama Kota Parepare segera menjadi salah satu pusat pengembangan tenun sutera di Indonesia," kata Insana Ilham di sela-sela mengahadiri talk show "Peduli Batik" di Parepare, Sulsel, Jumat.
Ia mengatakan, letak dan posisi Kota Parepare sangat potensial dikembangkan sebagai pintu gerbang kebudayaan tenun sutera Sulsel.
Menurut dia, beberapa penghasil kain sutera dan kokon, bahan utama pembuatan benang sutera seperti Enrekang dan Kabupaten Soppeng, karena berdekatan dengan Kota Parepare.
"Kami juga berencana menjadikan Parepare sebagai rumah budaya kerajinan tangan, terutama tenun ikat sutera serta tarian-tarian daerah," kata istri Dr Ilham BJ Habibie ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia berharap agar daerah ini akan lahir museum yang banyak memiliki koleksi karya menarik standar internasional dengan kain tenun sutera sebagai ikon utama di dalamnya.
Apalagi disadari bahwa hambatan utama yang dihadapi dalam pengembangan tenun sutera Sulsel, lanjut dia, karena minimnya produk yang diikutikan dalam pamaran-pameran berskala nasional dan internasional.
Selain itu, masih minimnya dukungan regulasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai dan menggunakan tenun sutera hasil produksi daerah sendiri.
"Batik begitu terkenal karena ada hari batik secara nasional dan dibudayakan di kantor-kantor sebagai pakaian resmi," katanya.
Ke depan, diharapkan Pemprov Sulsel mendorong penggunaan tenun sutera Sulsel secara masal di masyarakat, termasuk mewajibkan karyawan perkantoran menggunakan batik pada Kamis atau Jumat.
Kehadiran Insana di Parepare atas undangan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Parepare Hj Erna R Taufan.
Rencananya, selama di Parepare Insana juga akan menghadiri Festival Salo Karajae yang akan dibuka Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo pada Sabtu (27/9).
Sementara itu, Erna Taufan menjelaskan, salah satu program Dekraasda Kota Parepare adalah mendorong pemerintah melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Sulsel.
"Kami menyambut baik niat Bu Insana menjadikan Parepare sebagai pusat pengembangan sutera. Apalagi, kualitas dan corak batik tenun Sutera Sulsel sebenarnya tak kalah dengan daerah lain di Indonesia," katanya.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama Kota Parepare segera menjadi salah satu pusat pengembangan tenun sutera di Indonesia," kata Insana Ilham di sela-sela mengahadiri talk show "Peduli Batik" di Parepare, Sulsel, Jumat.
Ia mengatakan, letak dan posisi Kota Parepare sangat potensial dikembangkan sebagai pintu gerbang kebudayaan tenun sutera Sulsel.
Menurut dia, beberapa penghasil kain sutera dan kokon, bahan utama pembuatan benang sutera seperti Enrekang dan Kabupaten Soppeng, karena berdekatan dengan Kota Parepare.
"Kami juga berencana menjadikan Parepare sebagai rumah budaya kerajinan tangan, terutama tenun ikat sutera serta tarian-tarian daerah," kata istri Dr Ilham BJ Habibie ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia berharap agar daerah ini akan lahir museum yang banyak memiliki koleksi karya menarik standar internasional dengan kain tenun sutera sebagai ikon utama di dalamnya.
Apalagi disadari bahwa hambatan utama yang dihadapi dalam pengembangan tenun sutera Sulsel, lanjut dia, karena minimnya produk yang diikutikan dalam pamaran-pameran berskala nasional dan internasional.
Selain itu, masih minimnya dukungan regulasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai dan menggunakan tenun sutera hasil produksi daerah sendiri.
"Batik begitu terkenal karena ada hari batik secara nasional dan dibudayakan di kantor-kantor sebagai pakaian resmi," katanya.
Ke depan, diharapkan Pemprov Sulsel mendorong penggunaan tenun sutera Sulsel secara masal di masyarakat, termasuk mewajibkan karyawan perkantoran menggunakan batik pada Kamis atau Jumat.
Kehadiran Insana di Parepare atas undangan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Parepare Hj Erna R Taufan.
Rencananya, selama di Parepare Insana juga akan menghadiri Festival Salo Karajae yang akan dibuka Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo pada Sabtu (27/9).
Sementara itu, Erna Taufan menjelaskan, salah satu program Dekraasda Kota Parepare adalah mendorong pemerintah melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Sulsel.
"Kami menyambut baik niat Bu Insana menjadikan Parepare sebagai pusat pengembangan sutera. Apalagi, kualitas dan corak batik tenun Sutera Sulsel sebenarnya tak kalah dengan daerah lain di Indonesia," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kerangka manusia dan batik SMUN 15 Biak Kota ditemukan di Hutan Sawoo Ponorogo
08 November 2025 17:32 WIB
Penerbangan maskapai Batik Air-Citilink pindah dari Halim ke Soetta mulai 1 Agustus 2025
17 July 2025 5:47 WIB
Pesawat Batik Air tujuan Lubuklinggau putar balik ke Soetta akibat cuaca buruk
29 June 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Purbaya belum berencana terapkan pajak marketplace terhadap pedagang daring
28 January 2026 5:28 WIB
PLN Sulselrabar evaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga 3T
27 January 2026 11:40 WIB