Mamuju (ANTARA) - Polda Sulawesi Barat sepanjang 2025 berhasil mengungkap 289 kasus penyalahgunaan narkoba dengan menangkap 478 orang dan menyita barang bukti 1.726,127 gram sabu serta 88.133 butir obat keras berbahaya (bojek).
"Angka ini melampaui tahun 2024 yang mencatat 271 kasus," kata Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta, pada rilis akhir tahun, di Mamuju, Selasa.
Selain pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, kata Adi Deriyan, laporan tindak pidana umum pada 2025 mengalami peningkatan dari 1.273 kasus pada 2024 menjadi 1.457 kasus.
"Namun demikian, kualitas penanganan tetap terjaga. Sebanyak 911 kasus berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penyidikan sesuai prosedur hukum," ujar Adi Deriyan.
Sementara pada penanganan tindak pidana khusus (krimsus), sepanjang 2025 Polda Sulbar menangani 71 kasus, dan sebanyak 61 kasus berhasil dituntaskan, melampaui capaian tahun 2024 yang hanya menyelesaikan 52 kasus dari 76 laporan.
Polda Sulbar lanjutnya, pada 2025 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas dari 1.216 kasus pada 2024 menjadi 1.021 kasus di 2025.
Pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan drastis, dari 5.829 kasus pada 2014 menjadi 3.454 kasus pada 2025.
Penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas itu menurut Adi Deriyan, tak terlepas dari program unggulan Ditlantas Polda Sulbar, seperti Polantas Menyapa dan Police Go To School, yang efektif membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
"Berbagai operasi kepolisian seperti Operasi Keselamatan, Pekat, Ketupat, Sikat, Patuh, Antik, Zebra, hingga Operasi Lilin 2025 yang masih berlangsung, turut berkontribusi besar dalam menekan angka kejahatan dan pelanggaran," jelas Adi Deriyan.
Sepanjang 2025 Polda Sulbar juga melakukan penegakan disiplin terhadap personel Polri, dengan melakukan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) terhadap tiga personel, delapan personel dikenai demosi, enam personel tunda pangkat, dan 33 personel menjalani penempatan khusus.
"Saya tidak akan pandang bulu, siapapun orangnya. Jika terbukti melanggar hukum, akan saya proses dan saya berikan kepastian hukum," tegas Adi Deriyan.
Pada 2025, sebanyak 33 personel Polda Sulbar berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih medali di ajang olahraga tingkat nasional hingga internasional.
Selain itu, 44 personel Polda Sulbar menerima penghargaan atas dedikasi dan keberhasilannya dalam mengungkap kasus-kasus menonjol.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Polda Sulbar pada 2025 meluncurkan berbagai program inovatif, diantaranya Regional Traffic Management Center (RTMC) untuk pemantauan lalu lintas, klinik apung dan dokter mitra sekolah.
Kemudian, meluncurkan ambulans gratis, layanan pengaduan digital melalui aplikasi sekali klik dan WBS, hingga program sosial seperti bedah rumah, pembangunan jembatan, ketahanan pangan dan penyediaan air bersih.
"Polda Sulbar akan terus hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat demi terwujudnya Sulbar yang aman, tertib dan berkeadilan," kata Adi Deriyan.