Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat pelayanan balita secara Rutin untuk aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulbar dalam rangka menekan angka Stunting.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulbar, Nursyamsi Rahim di Mamuju,Jumat mengatakan, Pemprov Sulbar mencegah stunting sejak dini dengan mengaktifkan pos pelayanan Balita di lingkup ASN.
Ia mengatakan, program tersebut untuk mendukung program Pasti Padu dan Panca Daya Sulbar untuk mencegah stunting dan mendorong lahirnya generasi sehat dan unggul.
Menurut dia, program tersebut juga sesuai dengan visi Gubernur Sulbar untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
"Program ini untuk mendukung terwujudnya manusia yang unggul dan berkarakter, dan juga menjadi strategi konkret pemerintah daerah dalam memastikan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara berkala dan berkelanjutan," katanya.
Menurut dia, pada program itu, para orang tua membawa balita mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi gizi yang diharapkan menjadi contoh penerapan pola asuh sehat dan pemenuhan gizi seimbang di lingkungan kerja pemerintahan.
"Setiap anak diberikan pelayanan utama meliputi pemberian vitamin A, pemeriksaan kesehatan dasar, serta skrining tumbuh kembang anak guna mendeteksi secara dini potensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan, agar mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini," ujarnya.
Ia mengatakan, Program ini juga mengintegrasikan layanan kesehatan, gizi, dan intervensi sosial berbasis keluarga untuk memastikan anak-anak di Sulbar tumbuh sehat, cerdas, dan optimal.
Ia berharap, upaya peningkatan gizi ibu dan anak semakin efektif serta mampu mempercepat penurunan angka stunting sebagai komitmen daerah dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.