Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesadaran keselamatan bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha kelautan, khususnya nelayan dan awak kapal tradisional.

"Kota Makassar memiliki delapan pulau, dan sebagian besar masyarakatnya bergantung pada laut untuk mencari nafkah. Makanya, prioritas keselamatan laut penting," ujarnya di Makassar, Selasa.

Munafri Arifuddin saat membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat dan Diklat Dasar-Dasar Keselamatan Kapal Tradisional mengatakan kegiatan itu sebagai refleksi akan pentingnya aspek keselamatan di sektor kelautan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di laut.

"Karena itu, pemahaman terhadap keselamatan menjadi hal yang sangat mendasar dan tidak bisa diabaikan," ujarnya.

Dia menjelaskan, masih banyak kasus kecelakaan di laut yang terjadi bukan semata karena faktor alam, melainkan akibat keterbatasan pengetahuan dan ketidaksiapan dalam menghadapi situasi darurat.

"Di sinilah pentingnya pelatihan seperti ini," tambahnya.

Munafri mengapresiasi pelaksanaan diklat yang turut melibatkan lembaga pelatihan pelayaran, karena dinilai mampu memberikan tambahan wawasan dan keterampilan praktis kepada para peserta, khususnya dalam mengenali prosedur keselamatan dan penanganan kondisi darurat.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius, tidak sekadar hadir secara formalitas, melainkan benar-benar menyerap setiap materi yang diberikan, baik teori maupun praktik.

"Peserta harus benar-benar mengikuti dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di laut," imbuh Appi.

Selain itu, Munafri juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama proses pendidikan berlangsung, agar seluruh rangkaian pelatihan dapat diikuti secara optimal hingga selesai.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa diklat ini harus menjadi momentum dalam membangun kompetensi yang andal, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan kerja.

"Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus bisa membantu orang lain di sekitar kita. Ini yang menjadi nilai penting dari pelatihan ini," jelasnya.