Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulsel salurkan pupuk bersubsidi bagi 1.163 pembudidaya ikan sebagai upaya strategis merevitalisasi sektor perikanan di daerah itu.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur Ramadhan Pirade dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memulihkan produktivitas tambak masyarakat yang sempat terkendala.

‎Ia menegaskan bahwa keberlanjutan sektor perikanan budidaya merupakan pilar ekonomi krusial bagi daerah.

‎“Pemerintah daerah tidak hanya sekadar menyalurkan, tetapi juga memastikan distribusi ini tepat sasaran. Saya instruksikan kepada Dinas Perikanan dan seluruh penyuluh untuk mengawal ketat penyaluran ini hingga ke level petani,” ujarnya..

‎Ia juga menyoroti pentingnya peran pupuk sebagai katalisator dalam mencapai target swasembada komoditas perikanan unggulan, seperti ikan Bandeng, yang menjadi komoditas andalan Luwu Timur.

‎Pada tahap pertama, pupuk bersubsidi ini akan disalurkan kepada 1.163 pembudi daya dari empat kecamatan pesisir, yakni Burau 72 orang, Wotu 213 orang, Angkona 345 orang, dan Malili 473 orang.

‎Selanjutnya, untuk memastikan kecukupan nutrisi bagi lahan tambak, pemerintah telah mengalokasikan total pupuk dalam jumlah besar, mencakup: Urea: 1.414.200 kg; SP-36: 472.800 kg; organik: 2.351.600 kg.

‎Sementara pihak PT. Pupuk Indonesia, Handoko menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah Pemkab Luwu Timur melalui sosialisasi mekanisme penebusan yang transparan.