Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menghadirkan program pendidikan inklusif, merata dan berkeadilan bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Makassar, Sabtu, menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
"Hardiknas adalah momentum penting untuk refleksi, meneguhkan komitmen, dan menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional serta memperkuat dedikasi seluruh elemen dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul," ujarnya.
Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, semangat menghadirkan pendidikan untuk semua tidak hanya diwujudkan dalam seremoni, tetapi melalui langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sebagai "kado istimewa" bagi warga Makassar, Pemerintah Kota menghadirkan serangkaian program strategis yang dirancang untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan.
Mulai dari penambahan alokasi anggaran pendidikan guna menjawab berbagai kebutuhan dasar hingga peningkatan insentif bagi tenaga pendidik, khususnya guru yang bertugas di wilayah kepulauan, yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas.
Tak hanya itu, komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif juga diwujudkan melalui pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).
Momentum Hardiknas 2026 ini juga ditandai dengan peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026, sebagai upaya menghadirkan sistem penerimaan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Dengan rangkaian kebijakan dan program tersebut, Munafri menegaskan komitmennya bahwa pendidikan bukan sekadar sektor pembangunan, melainkan fondasi utama dalam menciptakan masa depan kota yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.
"Lewat Hardiknas 2026, momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen kami dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan," jelasnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak.
Menurutnya, seluruh elemen infrastruktur pendidikan kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Makassar, mengingat peran strategis pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Pendidikan bagi warga semua, adalah cita-cita besar kita. Kita ingin menempatkan Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia," ucapnya.