Makassar (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan mengembangkan ekosistem bank data terintegrasi melalui aplikasi Pustipedia.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar Kamaluddin Abunawas dalam keterangan di Makassar, Kamis, menegaskan penguatan sistem data menjadi kebutuhan mendesak mengingat pengelolaan informasi kampus yang belum terintegrasi secara optimal.
“Selama ini data kita sebenarnya lengkap. Namun persoalannya, data tersebut masih tersebar di berbagai unit. Inilah yang akan kita kumpulkan dalam satu sistem bank data,” ujarnya di sela kegiatan pengimputan data dilaksanakan di UIN Alauddin, 4-12 Mei 2026.
Ia menambahkan kondisi tersebut turut berdampak pada penilaian eksternal, termasuk peringkat universitas.
Perbedaan data antar-sumber, seperti jumlah dosen, serta tidak terdokumentasi capaian hibah penelitian menyebabkan sejumlah indikator kinerja belum tercatat secara maksimal.
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipad) UIN Alauddin Makassar Asep Indra Syahyadi menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan transformasi menuju ekosistem digital terpadu.
“Saat ini data belum memiliki alur yang jelas. Kami akan membangun sistem yang memungkinkan data mengalir secara terintegrasi. Koordinator nantinya berperan menyalurkan data-data yang belum terekam ke dalam sistem,” katanya.
Melalui ekosistem ini, data dari sistem yang telah ada, seperti SIAKAD, akan terintegrasi secara otomatis. Adapun data spesifik yang belum terdokumentasi akan di-input oleh masing-masing koordinator melalui aplikasi Pustipedia menggunakan akun kinerja.
Ke depan, bank data ini akan disajikan dalam bentuk dashboard interaktif yang memungkinkan pimpinan memantau perkembangan data secara seketika.
Dengan sistem ini, pimpinan dapat dengan mudah mengakses data terkini, seperti jumlah mahasiswa, tanpa perlu pengolahan manual karena semua tersaji secara akurat dan cepat.
Selain mendukung kebutuhan akreditasi program studi, sistem ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi kerja di seluruh unit.
“Ketika data dibutuhkan, tidak perlu lagi mencari berkas secara manual. Cukup dengan memastikan data selalu diperbarui dalam sistem, maka informasi dapat langsung diakses kapan saja,” kata Asep Indra.