Makassar (ANTARA) - Wahdah Islamiyah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam akan menyemarakkan Muktamar V di delapan kota besar se-Indonesia termasuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Juli 2026.

Adapun tujuh kota lainnya yakni Jakarta, Kendari, Gorontalo, Palu, Bengkulu, Balikpapan/Samarinda, dan Yogyakarta yang akan diisi dengan agenda Islamic Health Fun Walk dengan target 3.000-5.000 peserta per kota, sunatan massal, donor darah, hingga bazar UMKM.

Sekjen DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Syaibani Mujiono melalui keterangan resminya di Makassar, Senin, menjelaskan kegiatan bertajuk "Semarak Muktamar" ini dibagi menjadi dua fase utama, yakni fase I (Road to Muktamar) yang akan dilaksanakan serentak di delapan kota dan fase II yakni Semarak Muktamar di Jakarta.

"Di Jakarta akan diisi dengan Islamic Health Expo & Ummat Fest, seminar nasional, Leadership Summit, serta malam amal untuk Gaza," kata dia.

Ustadz Syaibani mengemukakan bahwa jika pada Muktamar III diikuti oleh sekitar 2.500 peserta, maka pada Muktamar V ini panitia memproyeksikan kehadiran 2.700 peserta dari seluruh pelosok Nusantara. Jumlah yang sama saat pelaksanaan Muktamar IV yang digelar secara virtual akibat pandemi.

"Kita berharap di Muktamar ini kita gaungkan Wahdah Islamiyah sehingga bisa dikenal secara luas di tengah masyarakat," ujarnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, sehari sebelumnya juga telah digelar pertemuan strategis antara Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) untuk seluruh panitia Muktamar V Wahdah Islamiyah yang dilaksanakan di Makassar.

Pertemuan yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Rapat Pusat Dakwah Muslimah (PDM) Wahdah Islamiyah di Makassar itu dihadiri Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin, serta Ketua OC Muktamar V Tamsil Linrung.

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan koordinasi untuk menyukseskan gelaran akbar yang direncanakan berpusat di Jakarta pada Agustus 2026 mendatang.

Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah kali ini mengulang memori Muktamar III tahun 2016 yang kala itu dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede dan dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Masjid Istiqlal.

Dalam arahannya, Ustadz Zaitun Rasmin menekankan bahwa Muktamar kali ini harus menjadi momentum yang melahirkan warisan (legacy) bagi umat.

Salah satu agenda besar yang akan diangkat adalah pengukuhan 10.000 Guru Ngaji serta rencana menghadirkan kembali Imam Masjidil Haram. "Sebagaimana yang pernah dilakukan pada Muktamar III Jakarta di 2016 lalu saat menghadirkan Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhari," kata Ustadz Zaitun.

Puncak dari rangkaian semarak ini adalah deklarasi "Gerakan Nasional Keluarga Peduli Sehat 2026". Gerakan ini dipilih karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan umat saat ini terkait isu kesehatan dan ketahanan keluarga.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti saat muktamar, tetapi berlanjut menjadi program nasional jangka panjang yang mengakar di tengah masyarakat. Melalui persiapan yang matang ini, Wahdah Islamiyah berkomitmen menjadikan Muktamar V di Jakarta sebagai tonggak baru dakwah yang lebih luas dan berdampak bagi Indonesia.