Gowa (ANTARA) - Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Gowa Aswar menekankan bantuan pembagian khusus daging sapi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto seberat satu ton diperuntukkan bagi warga tidak mampu, di wilayah Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Insyallah sapi tersebut akan disalurkan di Kecamatan Bontomarannu. Sebab, ini menjadi salah satu target kita dikarenakan di sana banyak juga masyarakat kurang mampu yang membutuhkannya," kata Aswar merespons penyaluran daging kurban presiden tersebut di Gowa, Selasa.
Ia menjelaskan, bantuan hewan kurban presiden ini merupakan jenis sapi Brahman Angus atau disebut Brahangus dari hasil persilangan antara sapi Brahman dan Angus berwarna hitam.
Sapi seberat satu ton tersebut dihargai senilai Rp97 juta. Sejauh ini sapi masih dalam perawatan pemiliknya yang dirawat dengan baik sembari menunggu penyembelihan dan penyaluran dagingnya kepada warga.
Pemerintah setempat juga sudah melakukan perjanjian jual beli kepada pemilik hewan kurban. Ia memastikan kondisi kesehatan sapi itu dalam keadaan prima serta pakannya dijaga dengan baik.
Sapi jenis Brahman Angus lahir dan dibesarkan oleh peternak lokal di Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, hasil dari inovasi inseminator Disnakbun Kabupaten Gowa.
"Kita dapat satu ekor dengan berat satu ton, asalnya dari sana. Alhamdulillah, kesehatannya sangat prima. Ini adalah sapi terbaik lahir dibesarkan sampai bobotnya mencapai satu ton. Ini juga dari tangan inseminator di Gowa," tuturnya menambahkan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyiapkan 25 ekor hewan kurban dari Presiden yakni masing-masing satu ekor untuk provinsi dan 24 kabupaten kota di daerah itu.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulsel Andi Munawir menyebut setiap daerah akan memperoleh satu ekor hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto yang tempat pemotongannya di masjid yang telah ditentukan.
"Kesiapannya alhamdulillah, seluruh Bupati dan Wali Kota sudah menunjuk tempat-tempat (masjid) yang sudah ditentukan sesuai dengan arahan Bapak Presiden," ujarnya.