99 warga Luwu Timur terjangkit HIV/AIDS
Kamis, 17 September 2015 6:02 WIB
Luwu Timur, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengatakan sejauh ini sudah sebanyak 99 warga yang terdeteksi terjangkit penyakit mematikan itu di daerah mereka.
Sekretaris KPA Luwu Timur Andi Tulleng di Lutim, Rabu, mengatakan jumlah penderita Orang Dengan HIV/AIDS (Odha) itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit INCO PT Vale Indonesia per Februari 2015.
"Sebanyak 99 kasus HIV/AIDS berdasarkan data yang ada yakni terdiri dari 53 laki-laki dan 46 perempuan. Angka ini belum menggambarkan kasus yang sebenarnya yang terjadi di masyarakat," jelasnya saat memberikan laporan pada kegiatan orientasi Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA) di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur.
Dia menjelaskan, epidemi HIV dan AIDS merupakan sebuah fenomena gunung es, dimana yang terlihat hanya permukaannya saja akan tetapi jumlah sesungguhnya jauh lebih besar dan tidak pernah terungkap secara jelas.
Jumlah yang dirilis berdasarkan data pada Februari 2015 itu tentunya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pada 2010 dan 2011.
Pada 2010, berdasarkan data diketahui jumlah penderita HIV/AIDS masih tercatat 36 orang. Jumlah ini telah mengalami peningkatan setahun kemudian menjadi 46 penderita Orang Dengan HIV/AIDS (Odha).
Melihat perkembangan yang siginifikan itu membuat pihaknya kini terus gencar melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan mengelar orientasi dan mendorong Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meminimalisir serta menghindari terjangkit penyakit mematikan itu.
Kegiatan Orientasi WPA yang dipusatkan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur itu melibatkan 63 orang peserta yang terdiri dari perwakilan keagamaan sebanyak 12 orang, perwakilan orgaisasi sebanyak 17 orang, tokoh masyarakat 22 orang dan perwakilan dari kecamatan sebanyak 11 orang.
Kegiatan ini juga menghadirkan KPA provinsi Sulsel, KPA Kabupaten Luwu Timur dan Pokja VCT RS INCO PT Vale Indonesia sebagai fasilitator dan narasumber dengan materi yang disampaikan yakni strategi menghadapi masyarakat dalam mensosialisasikan gerakan penanggulangan HIV AIDS.
"Kita memang lebih gencar melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur. Salah satu upaya kita yakni dengan menggelar Orientasi Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA)," ujarnya.
Sekretaris KPA Luwu Timur Andi Tulleng di Lutim, Rabu, mengatakan jumlah penderita Orang Dengan HIV/AIDS (Odha) itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit INCO PT Vale Indonesia per Februari 2015.
"Sebanyak 99 kasus HIV/AIDS berdasarkan data yang ada yakni terdiri dari 53 laki-laki dan 46 perempuan. Angka ini belum menggambarkan kasus yang sebenarnya yang terjadi di masyarakat," jelasnya saat memberikan laporan pada kegiatan orientasi Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA) di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur.
Dia menjelaskan, epidemi HIV dan AIDS merupakan sebuah fenomena gunung es, dimana yang terlihat hanya permukaannya saja akan tetapi jumlah sesungguhnya jauh lebih besar dan tidak pernah terungkap secara jelas.
Jumlah yang dirilis berdasarkan data pada Februari 2015 itu tentunya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pada 2010 dan 2011.
Pada 2010, berdasarkan data diketahui jumlah penderita HIV/AIDS masih tercatat 36 orang. Jumlah ini telah mengalami peningkatan setahun kemudian menjadi 46 penderita Orang Dengan HIV/AIDS (Odha).
Melihat perkembangan yang siginifikan itu membuat pihaknya kini terus gencar melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan mengelar orientasi dan mendorong Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meminimalisir serta menghindari terjangkit penyakit mematikan itu.
Kegiatan Orientasi WPA yang dipusatkan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur itu melibatkan 63 orang peserta yang terdiri dari perwakilan keagamaan sebanyak 12 orang, perwakilan orgaisasi sebanyak 17 orang, tokoh masyarakat 22 orang dan perwakilan dari kecamatan sebanyak 11 orang.
Kegiatan ini juga menghadirkan KPA provinsi Sulsel, KPA Kabupaten Luwu Timur dan Pokja VCT RS INCO PT Vale Indonesia sebagai fasilitator dan narasumber dengan materi yang disampaikan yakni strategi menghadapi masyarakat dalam mensosialisasikan gerakan penanggulangan HIV AIDS.
"Kita memang lebih gencar melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur. Salah satu upaya kita yakni dengan menggelar Orientasi Warga Peduli HIV dan AIDS (WPA)," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Kesehatan Luwu Timur gandeng KPA cegah HIV/AIDS di kalangan pelajar
20 October 2022 13:41 WIB, 2022
Kemenkes menemukan 5.100 kasus baru ibu rumah tangga terkena HIV setiap tahun
09 May 2023 9:27 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Ruas Paleteang-Malimpung-arah Kabere Pinrang ke Enrekang mulai dirasakan warga
01 September 2026 9:48 WIB
Gubernur Sulsel serahkan bantuan Rp7 miliar guna perkuat infrastruktur Tana Toraja
01 September 2026 9:27 WIB