Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 249 jiwa warga Sulawesi Selatan (Sulsel) mantan penganut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dijadwalkan tiba besok pukul dua siang di Pelabuhan Soekarno Hatta dari Kalimantan Timur akan ditampung di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

"Mereka akan ditampung di Asrama Haji Sudiang selama satu malam, sebelum diserahkan ke kabupaten/kota masing-masing," kata Kabid Zakat Wakaf dan Lembaga Kemitraan Kanwil Kementerian Agama Sulsel Andi Wahid Machmud yang ditemui usai mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan mantan penganut Gafatar asal Sulsel di Makassar, Selasa.

Para mantan penganut Gafatar ini, berasal dari berbagai daerah di Sulsel, masing-masing dari Kota Makassar 181 jiwa, Maros 5 jiwa, Takalar 4 jiwa, Pinrang 13 jiwa, Sinjai 19 jiwa, Enrekang 16 jiwa, Gowa 4 jiwa, Luwu Utara 4 jiwa, dan Bantaeng 3 jiwa.

Menurut Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Perhubungan Sulsel Fahlevi, pihaknya telah menyiapkan 5 unit bus dengan kapasitas 80 orang.

"Sedangkan untuk barang, kita telah menyiapkan truk," tambahnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan untuk menyiapkan ruang khusus bagi para mantan penganut Gafatar ini untuk memudahkan proses penjemputan.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Polres termasuk mengenai keamanan di Asrama Haji Sudiang," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan warga Sulsel eks Gafatar ini akan.diterima secara fungsional oleh Dinas Sosial Provinsi Sulsel, dan akan dilakukan penanganan sebaik mungkin.

"Dinas Sosial akan membuat prosedurnya seperti apa, dan setelah itu mereka akan dikembalikan ke kabupaten/kota tempat mereka berasal," kata Syahrul.

Pemprov, kata dia, juga akan memonitor seperti apa kelayakan hidup mereka termasuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka.

Pihaknya, kata gubernur, juga akan melihat fungsi-fungsi lembaga yang dapat ikut berkoordinasi dan bertanggung jawab terhadap mereka, serta keterlibatan masyarakat sendiri dalam memasyarakatkan kembali para mantan penganut Gafatar ini.

"Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) akan turun memonitoring, Kanwil Kemenag akan berfungsi penuh bersama orang-orang yang akan melakukan pembinaan bagi mereka," tutupnya.