Bapedalda keluhkan maraknya penambang pasir di Morotai
Rabu, 23 Maret 2016 14:34 WIB
Ternate (ANTARA Sulsel) - Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) mengeluhkan maraknya penambang pasir yang melakukan penambangan pasir galian C.
"Kami telah menyurat ke pihak berwenang untuk menindak para penambangan pasir atau galian C di areal pantai Desa Momojiu dan Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel)," kata Kepala Bapedalda Kabupaten Pulau Morotai, Mahfud Tuasikal di Ternate, Rabu.
Dia mengatakan, Bapedalda memang sudah melarang, namun masyarakat di dua Desa tersebut masih melakukan penambangan galian C.
Menurutnya, Segala upaya untuk melakukan pelarangan pengambilan galian C sudah dilakukan, hanya saja masyarakat tidak mengubris, bahkan Bapedalda juga sudah melibatkan anggota polisi untuk melakukan penertiban, namun tidak dihiraukan.
"Di saat kami turun di desa Momojiu dan membawa dua anggota polisi, kami sudah melarang warga yang mengambil pasir, karena merusak lingkungan sekitar, setelah kami kembali malamnya mereka kembali melakukan galian," katanya.
Para penambang liar ini, katanya, sengaja memanfaatkan waktu untuk mengelabui petugas maupun warga lainnya, karena ketika petugas berada di lapangan mereka tidak melakukan aktivitas galian, tapi setelah petugas tidak ada baru mereka melakukan galian, padahal warga yang bisa melakukan pengambilan pasir yaitu Yamin Idi dan Amin Toton sudah berulang kali dipanggil, hanya saja himbauan yang selalu disampaikan tidak pernah membuat keduanya jera.
"Bahkan, dari laporan memang warga setempat biasanya melakukan galian pasir di desa Momujiu telah kami panggil berulangkali, mengingatkan kepada mereka berhenti mengambil pasir, bahkan juga sudah membuat surat pernyataan, tapi tetap saja melakukan penambangan pasir," katanya.
Untuk itu, dirinya berjanji, dalam waktu dekat bakal turun kembali ke lapangan untuk memastikan aktivitas galian C yang dilakukan warga kedua desa itu, karena di wilayah Morotai yang paling berbahaya adalah desa Momujiu, akibat penambangan pasir yang dilakukan sangat mengancam kuburan umum, talud, dan jalan raya.
"Kami telah menyurat ke pihak berwenang untuk menindak para penambangan pasir atau galian C di areal pantai Desa Momojiu dan Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel)," kata Kepala Bapedalda Kabupaten Pulau Morotai, Mahfud Tuasikal di Ternate, Rabu.
Dia mengatakan, Bapedalda memang sudah melarang, namun masyarakat di dua Desa tersebut masih melakukan penambangan galian C.
Menurutnya, Segala upaya untuk melakukan pelarangan pengambilan galian C sudah dilakukan, hanya saja masyarakat tidak mengubris, bahkan Bapedalda juga sudah melibatkan anggota polisi untuk melakukan penertiban, namun tidak dihiraukan.
"Di saat kami turun di desa Momojiu dan membawa dua anggota polisi, kami sudah melarang warga yang mengambil pasir, karena merusak lingkungan sekitar, setelah kami kembali malamnya mereka kembali melakukan galian," katanya.
Para penambang liar ini, katanya, sengaja memanfaatkan waktu untuk mengelabui petugas maupun warga lainnya, karena ketika petugas berada di lapangan mereka tidak melakukan aktivitas galian, tapi setelah petugas tidak ada baru mereka melakukan galian, padahal warga yang bisa melakukan pengambilan pasir yaitu Yamin Idi dan Amin Toton sudah berulang kali dipanggil, hanya saja himbauan yang selalu disampaikan tidak pernah membuat keduanya jera.
"Bahkan, dari laporan memang warga setempat biasanya melakukan galian pasir di desa Momujiu telah kami panggil berulangkali, mengingatkan kepada mereka berhenti mengambil pasir, bahkan juga sudah membuat surat pernyataan, tapi tetap saja melakukan penambangan pasir," katanya.
Untuk itu, dirinya berjanji, dalam waktu dekat bakal turun kembali ke lapangan untuk memastikan aktivitas galian C yang dilakukan warga kedua desa itu, karena di wilayah Morotai yang paling berbahaya adalah desa Momujiu, akibat penambangan pasir yang dilakukan sangat mengancam kuburan umum, talud, dan jalan raya.
Pewarta : Abdul Fatah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Truk pengangkut pasir di Tangerang terjun ke jurang, pengemudi patah tulang
20 October 2025 16:17 WIB
Jokowi membantah buka ekspor pasir laut, yang dibuka ekspor sedimen
17 September 2024 13:21 WIB, 2024
JPU pikir-pikir atas putusan kasus korupsi tambang pasir laut Takalar
20 September 2023 18:26 WIB, 2023
Tim Reformasi Hukum mengusulkan PP tentang sedimentasi laut dicabut
16 September 2023 1:08 WIB, 2023
Sekitar 1.000 orang dirawat di Rumah Sakit akibat badai pasir dan debu di Iran
17 July 2023 20:49 WIB, 2023
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB