Bisnis busana muslim dinilai siap hadapi MEA
Minggu, 24 April 2016 18:58 WIB
Ilustrasi-Calon pembeli memilih busana muslim yang dipamerkan dalam ajang Indonesia Moslem Fashion Expo (Imfex) 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Bisnis busana muslim yang sekarang menjamur di Indonesia dinilai salah satu yang paling siap menghadapi persaingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomo ASEAN (MEA) pada 2016.
Penilaian itu diiungkapkan CEO Artpro Exhibition, Andi Yulham di Makassar, Minggu, menanggapi sejauh mana potensi bisnis tersebut bisa bertahan atas gempuran produk, barang dan jasa dari masyarakat luar kedepan.
"Secara teori, bisnis busana muslim itu memang sudah paling siap menghadapi MEA. Alasannya karena jumlah penduduk muslim di Indonesia yang begitu besar serta banyak bermunculan desainer-desainer yang fokus di bisnis ini," katanya.
Ia menjelaskan, Indonesia memang harus fokus dalam industru ini sebagai bagian antisipasi akan gempuran produk dari luar seperti Vietnam atau Tiongkok. Apalagi negara itu memang selama ini cukup eksis dalam dunia fashion atau busana.
Melihat kondisi itu, kata dia, maka dibutuhkan komitmen mulai dari para desainer, asosiasi, dan pihak pemerintah untuk menyatukan sikap terhadap perkembangan bisnis busana muslim yang sekarang lebih menunjukkan tren positif.
"Untuk para desainer khususnya yang berada di Makassar, harus juga lebih berani untuk keluar. Pemerintah juga harus mendukung karena ini menjadi bagian dari bisnis industri kreatif yang tengah diprogramkan," ujarnya.
Sementara terkait pelaksanaan pameran bertajuk " Indonesia Moeslem Fashion Expo" yang dilaksanakan di Hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan, 28 April hingga 1 Mei 2016, pihaknya selalu penyelenggara menargetkan bisa mencapai Rp10 miliar
Mengenai target tersebut, pihaknya mengaku realistis dapat tercapai.Sebab ada beberapa hal yang bisa menjadi modal untuk meningkatkan jumlah transaksi selama tiga hari pameran berlangsung.
Diantaranya, kata dia, penawaran yang bisa mendatangkan banyak transaksi itu karena faktor lokasi yang menarik seperti di Clarion Hotel. Selanjutnya masalah produk-produk yang ditawarkan lebih banyak karena melibatan 120 stan.
Serta tentu saja kehadiran para desainer terbaik serta sejumlah penampilan artis yang siap meramaikan dan berpartisipasi secara langsung dalam pameran busana muslim tersebut.
Keterlibatan ratusan stan dari desainer ternama di Indonesia juga membuat pihaknya yakin akan memberikan sesuatu yang berbeda dengan pameran busana muslim sebelumnya.
"Pameran busana ini tentunya tidak sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Keterlibatan hingga 120 stan yang menawarkan berbagai model busana muslim terbaru menjadi salah satu hal yang layak dinantikan," sebutnya.
Penilaian itu diiungkapkan CEO Artpro Exhibition, Andi Yulham di Makassar, Minggu, menanggapi sejauh mana potensi bisnis tersebut bisa bertahan atas gempuran produk, barang dan jasa dari masyarakat luar kedepan.
"Secara teori, bisnis busana muslim itu memang sudah paling siap menghadapi MEA. Alasannya karena jumlah penduduk muslim di Indonesia yang begitu besar serta banyak bermunculan desainer-desainer yang fokus di bisnis ini," katanya.
Ia menjelaskan, Indonesia memang harus fokus dalam industru ini sebagai bagian antisipasi akan gempuran produk dari luar seperti Vietnam atau Tiongkok. Apalagi negara itu memang selama ini cukup eksis dalam dunia fashion atau busana.
Melihat kondisi itu, kata dia, maka dibutuhkan komitmen mulai dari para desainer, asosiasi, dan pihak pemerintah untuk menyatukan sikap terhadap perkembangan bisnis busana muslim yang sekarang lebih menunjukkan tren positif.
"Untuk para desainer khususnya yang berada di Makassar, harus juga lebih berani untuk keluar. Pemerintah juga harus mendukung karena ini menjadi bagian dari bisnis industri kreatif yang tengah diprogramkan," ujarnya.
Sementara terkait pelaksanaan pameran bertajuk " Indonesia Moeslem Fashion Expo" yang dilaksanakan di Hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan, 28 April hingga 1 Mei 2016, pihaknya selalu penyelenggara menargetkan bisa mencapai Rp10 miliar
Mengenai target tersebut, pihaknya mengaku realistis dapat tercapai.Sebab ada beberapa hal yang bisa menjadi modal untuk meningkatkan jumlah transaksi selama tiga hari pameran berlangsung.
Diantaranya, kata dia, penawaran yang bisa mendatangkan banyak transaksi itu karena faktor lokasi yang menarik seperti di Clarion Hotel. Selanjutnya masalah produk-produk yang ditawarkan lebih banyak karena melibatan 120 stan.
Serta tentu saja kehadiran para desainer terbaik serta sejumlah penampilan artis yang siap meramaikan dan berpartisipasi secara langsung dalam pameran busana muslim tersebut.
Keterlibatan ratusan stan dari desainer ternama di Indonesia juga membuat pihaknya yakin akan memberikan sesuatu yang berbeda dengan pameran busana muslim sebelumnya.
"Pameran busana ini tentunya tidak sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Keterlibatan hingga 120 stan yang menawarkan berbagai model busana muslim terbaru menjadi salah satu hal yang layak dinantikan," sebutnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres dukung IFC agar percepat Indonesia jadi pusat mode muslim dunia
02 September 2021 9:18 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kepala BPH Migas: Penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di Makassar berjalan tertib
04 June 2026 18:09 WIB