Rumah Sakit Pendidikan UIN Beroperasi 2019
Jumat, 10 Maret 2017 15:53 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, tahun ini sudah rampung dan akan beroperasi pada tahun 2019.
"Akhir tahun ini bisa dilelang dan 2018 bisa dikerjakan serta tambahan infrastruktur fisik dan tahun 2019 rumah sakit pendidikan sudah bisa beroperasi," kata Rektor UIN Alauddin Prof Dr Musafir MSi di Makassar, Jumat.
Rumah Sakit Pendidikan yang dibangun sejak 2013 itu bukan hanya diperuntukkan untuk keluarga UIN Alauddin Makassar saja, namun juga terbuka bagi bagi masyarakat umum.
Prof Musafir menjelaskan, untuk mendukung rumah sakit yang dikelola oleh perguruan tinggi itu, UIN akan melakukan studi banding di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.
"Kami akan melakukan studi banding ke Universitas Sam Ratulangi karena rumah sakit pendidikannya itu sama dengan UIN yang dikelola oleh perguruan tinggi itu," ujarnya seraya menyampaikan perkembangan terkini mengenai pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN itu.
Rumah Sakit yang berorientasi Pendidikan Kesehatan itu berlokasi di area Kampus I UIN di Jalan Sultan Alauddin Makassar, dengan bantuan pembiayaan dari pihak swasta atas jaminan dari pihak Kementerian Keuangan.
"Kondisi pendanaan yang menjadi kebutuhan utama dalam mewujudkan realisasi pembangunan rumah sakit itu diprediksi akan menjadi rumah sakit pendidikan terbesar di bagian timur Indonesia," kata Musafir.
"Jika UIN tidak dapat mengembalikan pada pihak ketiga maka yang melunasi hutang adalah pihak Kementerian Keuangan," ucapnya.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Prof Dr Lomba Sultan MA menyatakan pihaknya juga siap membangun gedung bagi para dosen yang selama ini dikeluhkan para tenaga pendidik di kampus tersebut.
"Untuk menjawab keluhan dari para tenaga pendidik selama ini maka tahun 2017 akan dibangunkan gedung bagi dosen," sebutnya.
Untuk pembangunan geung dosen itu, kata dia, rencananya ditempatkan didekat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keseharan (FKIK) UIN Alauddin Makassar.
"Rencana pembangunan gedung yang akan ditempati para dosen itu sementara dalam proses pelelangan. Kami berharap semua bisa berjalan lancar, sehingga pembangunan gedung tersebut bisa segera rampung dan dimanfaatkan," ujarnya.
"Akhir tahun ini bisa dilelang dan 2018 bisa dikerjakan serta tambahan infrastruktur fisik dan tahun 2019 rumah sakit pendidikan sudah bisa beroperasi," kata Rektor UIN Alauddin Prof Dr Musafir MSi di Makassar, Jumat.
Rumah Sakit Pendidikan yang dibangun sejak 2013 itu bukan hanya diperuntukkan untuk keluarga UIN Alauddin Makassar saja, namun juga terbuka bagi bagi masyarakat umum.
Prof Musafir menjelaskan, untuk mendukung rumah sakit yang dikelola oleh perguruan tinggi itu, UIN akan melakukan studi banding di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.
"Kami akan melakukan studi banding ke Universitas Sam Ratulangi karena rumah sakit pendidikannya itu sama dengan UIN yang dikelola oleh perguruan tinggi itu," ujarnya seraya menyampaikan perkembangan terkini mengenai pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN itu.
Rumah Sakit yang berorientasi Pendidikan Kesehatan itu berlokasi di area Kampus I UIN di Jalan Sultan Alauddin Makassar, dengan bantuan pembiayaan dari pihak swasta atas jaminan dari pihak Kementerian Keuangan.
"Kondisi pendanaan yang menjadi kebutuhan utama dalam mewujudkan realisasi pembangunan rumah sakit itu diprediksi akan menjadi rumah sakit pendidikan terbesar di bagian timur Indonesia," kata Musafir.
"Jika UIN tidak dapat mengembalikan pada pihak ketiga maka yang melunasi hutang adalah pihak Kementerian Keuangan," ucapnya.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Prof Dr Lomba Sultan MA menyatakan pihaknya juga siap membangun gedung bagi para dosen yang selama ini dikeluhkan para tenaga pendidik di kampus tersebut.
"Untuk menjawab keluhan dari para tenaga pendidik selama ini maka tahun 2017 akan dibangunkan gedung bagi dosen," sebutnya.
Untuk pembangunan geung dosen itu, kata dia, rencananya ditempatkan didekat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keseharan (FKIK) UIN Alauddin Makassar.
"Rencana pembangunan gedung yang akan ditempati para dosen itu sementara dalam proses pelelangan. Kami berharap semua bisa berjalan lancar, sehingga pembangunan gedung tersebut bisa segera rampung dan dimanfaatkan," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Milad 2 Dekade Prodi Jurnalistik UIN Alauddin : Jejak leluhur di balik aksara
05 December 2025 21:37 WIB
Menteri Agama siapkan forum memperkuat konsep solusi perdamaian di Gaza Palestina
17 November 2025 14:20 WIB