Jubir GAPKI: 55 Persen Pemberitaan Sawit Positif
Senin, 12 Juni 2017 3:37 WIB
Head of Corporate Communication PT Astra Agro Lestari Tofan Mahdi (Foto ANTARA/La Ode Masrafi)
Makassar (Antara Sulsel) - Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi mengatakan pada periode 2016 sudah 55 persen pemberitaan sawit positif.
"Ini berdasarkan data statistik yang diolah oleh Bidang Komunikasi GAPKI bahwa kondisi pemberitaan 2016 sudah lebih baik dibandingkan 2009," kata Tofan di sela-sela kehadirannya di Makassar, Minggu.
Pemberitaan tentang sawit pada 2016, diakui sudah 55 persen positif, 25 persen netral dan 20 persen masih negatif.
Kondisi itu berbeda jauh dengan periode 2009 yang mencatat bahwa pemberitaan di media cetak, daring (online) dan elektronik terkait sektor kelapa sawit masih 80 persen negatif.
"Khusus untuk media asing, terutama media Barat, tidak kami analisis karena hasilnya sudah bisa kita pastikan bersama," ujar Head of Corporate Communication PT Astra Agro Lestari ini.
Adanya pemberitaan atau kampanye negatif terkait kepala sawit, lanjut Tofan berkaitan dengan persaingan pasar dunia, apalagi posisi Indonesia sebagai produsen nomor wahid.
Sementara itu, dari data Kementerian Pertanian 2016 disebutkan bahwa dari 11,5 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini dan 42 persen atau sekitar 4,83 juta hektar dimiliki oleh masyarakat atau petani.
"Karena itu, keberhasilan intensifikasi perkebunan rakyat berarti juga keberhasilan sektor perkebunan kelapa sawit nasional dalam meningkatkan produktivitas," ujarnya.
"Ini berdasarkan data statistik yang diolah oleh Bidang Komunikasi GAPKI bahwa kondisi pemberitaan 2016 sudah lebih baik dibandingkan 2009," kata Tofan di sela-sela kehadirannya di Makassar, Minggu.
Pemberitaan tentang sawit pada 2016, diakui sudah 55 persen positif, 25 persen netral dan 20 persen masih negatif.
Kondisi itu berbeda jauh dengan periode 2009 yang mencatat bahwa pemberitaan di media cetak, daring (online) dan elektronik terkait sektor kelapa sawit masih 80 persen negatif.
"Khusus untuk media asing, terutama media Barat, tidak kami analisis karena hasilnya sudah bisa kita pastikan bersama," ujar Head of Corporate Communication PT Astra Agro Lestari ini.
Adanya pemberitaan atau kampanye negatif terkait kepala sawit, lanjut Tofan berkaitan dengan persaingan pasar dunia, apalagi posisi Indonesia sebagai produsen nomor wahid.
Sementara itu, dari data Kementerian Pertanian 2016 disebutkan bahwa dari 11,5 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini dan 42 persen atau sekitar 4,83 juta hektar dimiliki oleh masyarakat atau petani.
"Karena itu, keberhasilan intensifikasi perkebunan rakyat berarti juga keberhasilan sektor perkebunan kelapa sawit nasional dalam meningkatkan produktivitas," ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sinergi untuk negeri, Astra Agro bersama Pemkab Pasangkayu percepat penanggulangan banjir
13 January 2026 15:49 WIB
Dari seni hingga olahraga, CEF 2025 tampilkan kreativitas pelajar binaan Astra di Pasangkayu
14 December 2025 19:11 WIB
Astra Agro Lestari juara SDG 13, raih Women in SDGs Award berkat komitmen carbon reduction
12 November 2025 11:55 WIB
Kampus Kopi Sinjai buka kelas kopi untuk wisatawan di kawasan agro-eduwisata Madaya
21 October 2025 4:41 WIB
Dua prodi Politeknik ATI Makassar raih akreditasi unggul dari LAM Teknik
21 December 2023 14:22 WIB, 2023