Program S3 Pendidikan Agama Islam Unismuh Divisitasi
Selasa, 20 Juni 2017 18:50 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Program doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unismuh Makassar divisitasi oleh sebuah tim visitasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Asisten Direktur I PPs Unismuh Makassar, Dr Andi Jam`an SE MSi, mengatakan tim visitasi tersebut terdiri atas Prof Ahmad Thib Raya, Dr Abdul Mukti Bisri, serta Ahmad Mahfud MAg. Tim ini akan melakukan visitasi selama satu hari pada Program Pascasarjana (PPs) Unismuh Makassar.
"Visitasi yang dilakukan ini adalah merupakan proses pemeriksaan tahap akhir pembukaan prodi baru program doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Unismuh Makassar,"katanya.
Dia menjelaskan, sebelum visitasi, terlebih dahulu diajukan proposal pembukaan program doktoral PAI Unismuh kepada Kemenag RI. Setelah proposal dinyatakan lolos, maka dilakukan presentasi lalu terakhir adalah visitasi.
Tentu dalam visitasi, kata dia, yang menjadi fokus pemeriksaan pertama prodi yang dibuka relevansinya dengan kebutuhan pasar, kemudian kurikulumnya, sumber daya dosennya, minimal enam dosen berkualifikasi profesor, dan juga tentu sarana dan prasarana yang ada.
Semua hal yang diperlukan dalam visitasi tersebut, katanya, sudah diupayakan diadakan oleh tim yang dibentuk bersama seluruh unsur terkait yang ada pada Program Pascasarjana Unismuh Makassar.
Sebelumnya, Unismuh Makassar menjajaki kerjasama dengan pengusaha asal Arab Saudi bernama Syekh Kholid Said Algamidi untuk mengembangkan proyek pembibitan jagung di Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM mengatakan pengusaha asal Arab Saudi tersebut bahkan sudah melakukan kunjungan langsung untuk melihat lokasi proyek pengembangan pembibitan jagung Unismuh di Bolangi.
"Memang benar ada kunjungan seorang pengusaha dari Arab Saudi ke Unismuh. Kami tentu berharap kerjasama ini bisa berjalan sukses dan lancar," katanya.
Asisten Direktur I PPs Unismuh Makassar, Dr Andi Jam`an SE MSi, mengatakan tim visitasi tersebut terdiri atas Prof Ahmad Thib Raya, Dr Abdul Mukti Bisri, serta Ahmad Mahfud MAg. Tim ini akan melakukan visitasi selama satu hari pada Program Pascasarjana (PPs) Unismuh Makassar.
"Visitasi yang dilakukan ini adalah merupakan proses pemeriksaan tahap akhir pembukaan prodi baru program doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Unismuh Makassar,"katanya.
Dia menjelaskan, sebelum visitasi, terlebih dahulu diajukan proposal pembukaan program doktoral PAI Unismuh kepada Kemenag RI. Setelah proposal dinyatakan lolos, maka dilakukan presentasi lalu terakhir adalah visitasi.
Tentu dalam visitasi, kata dia, yang menjadi fokus pemeriksaan pertama prodi yang dibuka relevansinya dengan kebutuhan pasar, kemudian kurikulumnya, sumber daya dosennya, minimal enam dosen berkualifikasi profesor, dan juga tentu sarana dan prasarana yang ada.
Semua hal yang diperlukan dalam visitasi tersebut, katanya, sudah diupayakan diadakan oleh tim yang dibentuk bersama seluruh unsur terkait yang ada pada Program Pascasarjana Unismuh Makassar.
Sebelumnya, Unismuh Makassar menjajaki kerjasama dengan pengusaha asal Arab Saudi bernama Syekh Kholid Said Algamidi untuk mengembangkan proyek pembibitan jagung di Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM mengatakan pengusaha asal Arab Saudi tersebut bahkan sudah melakukan kunjungan langsung untuk melihat lokasi proyek pengembangan pembibitan jagung Unismuh di Bolangi.
"Memang benar ada kunjungan seorang pengusaha dari Arab Saudi ke Unismuh. Kami tentu berharap kerjasama ini bisa berjalan sukses dan lancar," katanya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD setuju Pemprov Sulsel anggarkan beasiswa SD-S3 senilai Rp25 miliar
21 January 2025 14:11 WIB, 2025
Wakil Mendiktisaintek menjadi penguji eksternal dosen Unismuh Makassar
04 January 2025 14:55 WIB, 2025
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Sulsel salurkan air bersih ke sejumah lokasi kekeringan di Makassar dan Maros
17 September 2026 4:54 WIB