Poltracking Dinilai Rilis Hasil Pilgub Sulsel Abal-abal
Senin, 25 September 2017 15:40 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Lembaga Survei Poltracking Indonesia dinilai merilis hasil survei abal-abal dan dianggap tidak sesuai kajian ilmiah jelang Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 27 Juni 2018.
"Survei yang dikeluarkan Poltracking bukan ditujukan untuk mendrive opini publik tapi untuk mempengaruhi opini partai politik dan terkesan survei ini abal-abal," sebut Bakal Calon Gubernur Sulsel Abdul Rivai Ras di Makassar, Sulsel, Senin.
Menurut dia, sejak awal sudah tidak percaya dengan kredibilitas dan independensi lembaga survei Poltracking Indonesia dipimpin Hanta Yuda. Mengingat hasil survei yang dirilis dianggap tidak sesuai kajian ilmiah.
Survei ini dinilai aneh, mengingat responden hanya 800 orang sementara jumlah sebaran penduduk di Sulsel mencapai sekitar delapan lebih.
Bahkan hasil survei yang dikeluarkan itu sejak Agustus, lalu dirilis September 2017, atau ada jeda satu bulan disimpan Poltracking.
Selain itu, survei ini akan mencecoki partai-partai lain bahwa hanya calon tertentu masuk radar mereka. Padahal, setiap partai punya hasil survei yang dipercayai elit masing-masing, dan tentu hasilnya jauh beda dengan Poltracking.
Dirinya mengaku tidak terpengaruh dengan hasil survei tersebut, dan diduga atas dasar pesanan orang tertentu. Tujuannya, tidak lain untuk menjauhkan sejumlah calon dari radar Parpol.
Secara terpisah, Dewan Pembina Partai Gerindra Sulsel, Yusran Sofyan mengatakan, seharusnya lembaga survei menampilkan data kajian ilmiah itu secara objektif bukan subjektif.
"Ada dua sistem yang biasanya dilakukan lembaga survei, pertama melakukan survei awal untuk melihat potensi bakal calon, dan kedua dilakukan atas dasar kontrak bagi pemesannya," sebut dia.
Hal ini juga direspon Juru Bicara Partai NasDem Sulsel, M Rajab menuturkan hasil survey tersebut gambaran kecenderungan politik masyarakat. Selain itu, pemilihan bukan hari ini, tapi 10 bulan ke depan. Tentu saja hasil itu masih sangat dinamis.
"Pendukung NH-Aziz jangan terlena dengan hasil survey ini. Seharusnya, pendukung harus lebih giat lagi untuk melakukan sosialisasi dan mempengaruhi masyarakat untuk memilih NH-Aziz," katanya.
Sebelumnya, hasil survei tersebut, pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Azis) mendapat 19,79 persen.
Sedangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mencapai 17.39 persen. Sementara pasangan Nurdin Abdullah-Tanribali Lamo mencapai 16.37 persen, dan pasangan Agus Arifin Nu`mang dan Aliyah Mustika Ilham memperoleh 8,95 persen.
Dikonfirmasi terpisah, Senior Manager Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi kepada wartawan menuuturkan hasil survei tersebut sudah sesuai dengan riset dilapangan. Kalaupun dianggap abal-abal, pihaknya siap membuktikan.
"Hasil riset ini sudah sesuai dengan kajian di lapangan, sebaran responden terbagi di beberapa lokasi dan penelitian ini sudah sesuai," katanya.
"Survei yang dikeluarkan Poltracking bukan ditujukan untuk mendrive opini publik tapi untuk mempengaruhi opini partai politik dan terkesan survei ini abal-abal," sebut Bakal Calon Gubernur Sulsel Abdul Rivai Ras di Makassar, Sulsel, Senin.
Menurut dia, sejak awal sudah tidak percaya dengan kredibilitas dan independensi lembaga survei Poltracking Indonesia dipimpin Hanta Yuda. Mengingat hasil survei yang dirilis dianggap tidak sesuai kajian ilmiah.
Survei ini dinilai aneh, mengingat responden hanya 800 orang sementara jumlah sebaran penduduk di Sulsel mencapai sekitar delapan lebih.
Bahkan hasil survei yang dikeluarkan itu sejak Agustus, lalu dirilis September 2017, atau ada jeda satu bulan disimpan Poltracking.
Selain itu, survei ini akan mencecoki partai-partai lain bahwa hanya calon tertentu masuk radar mereka. Padahal, setiap partai punya hasil survei yang dipercayai elit masing-masing, dan tentu hasilnya jauh beda dengan Poltracking.
Dirinya mengaku tidak terpengaruh dengan hasil survei tersebut, dan diduga atas dasar pesanan orang tertentu. Tujuannya, tidak lain untuk menjauhkan sejumlah calon dari radar Parpol.
Secara terpisah, Dewan Pembina Partai Gerindra Sulsel, Yusran Sofyan mengatakan, seharusnya lembaga survei menampilkan data kajian ilmiah itu secara objektif bukan subjektif.
"Ada dua sistem yang biasanya dilakukan lembaga survei, pertama melakukan survei awal untuk melihat potensi bakal calon, dan kedua dilakukan atas dasar kontrak bagi pemesannya," sebut dia.
Hal ini juga direspon Juru Bicara Partai NasDem Sulsel, M Rajab menuturkan hasil survey tersebut gambaran kecenderungan politik masyarakat. Selain itu, pemilihan bukan hari ini, tapi 10 bulan ke depan. Tentu saja hasil itu masih sangat dinamis.
"Pendukung NH-Aziz jangan terlena dengan hasil survey ini. Seharusnya, pendukung harus lebih giat lagi untuk melakukan sosialisasi dan mempengaruhi masyarakat untuk memilih NH-Aziz," katanya.
Sebelumnya, hasil survei tersebut, pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Azis) mendapat 19,79 persen.
Sedangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mencapai 17.39 persen. Sementara pasangan Nurdin Abdullah-Tanribali Lamo mencapai 16.37 persen, dan pasangan Agus Arifin Nu`mang dan Aliyah Mustika Ilham memperoleh 8,95 persen.
Dikonfirmasi terpisah, Senior Manager Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi kepada wartawan menuuturkan hasil survei tersebut sudah sesuai dengan riset dilapangan. Kalaupun dianggap abal-abal, pihaknya siap membuktikan.
"Hasil riset ini sudah sesuai dengan kajian di lapangan, sebaran responden terbagi di beberapa lokasi dan penelitian ini sudah sesuai," katanya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban tewas akibat gempa magnitudo 6,3 di Afghanistan jadi 20 orang, ratusan luka
03 November 2025 17:53 WIB
Hitung cepat Survei Indikator: Dedi-Erwan unggul di Pilkada Jabar raih 60,63 persen suara
27 November 2024 18:15 WIB, 2024
Hitung cepat KedaiKOPI: Andra-Dimyati 55,16 %, Airin-Ade 44,84 % di Pilkada Banten
27 November 2024 17:23 WIB, 2024
Kemenkumham Sulsel sebut permohononan KI hingga 2024 mencapai 6.630
19 November 2024 14:39 WIB, 2024